Skip to main content

Masih Adakah Peluang di Dunia Blogging Indonesia? Berapa Jumlah Blogger di Amerika Serikat?


Rasanya, membaca berbagai keluhan di komunitas-komunitas blogger Indonesia, membuat dunia terasa suram. Keluhan inilah itulah, terutama terkait dengan penghasilan yang bisa didapat dari kegiatan ngeblog, sepertinya semakin sering terdengar.


Suram. Lesu. Tidak menjanjikan.

Dan, entah kata apalagi yang bisa mewakili bahwa banyak sekali blogger yang patah arang menghadapi situasi seperti sekarang ini.

Tetapi, saya memutuskan tidak demikian. Justru, sebaliknya, saya melihat bahwa peluang dunia blogging Indonesia adalah sangat besar di masa depan untuk bahkan menjadi sumber penghasilan dan penghidupan.

Kenapa demikian?

Cobalah kita tanyakan sendiri

1 Disebut Zaman apa sekarang?
2. Berapa banyak jumlah blogger di Indonesia?
3. Berapa banyak jumlah blogger di negara maju, seperti Amerika Serikat?

Zaman Informasi

Pernah dengar bahwa zaman sekarang adalah zaman informasi. Pastilah sudah pernah mendengar istilah ini.

Sadarkah bahwa hal ini berarti banyak? Ataukah, pahamkah Anda akan arti istilah ini?

Dalam istilah yang sepertinya sederhana itu terkandung makna, siapapun yang menguasai informasi ia akan memiliki keuntungan kompetitif di dunia, dalam berbagai hal. Yang bisa mendapatkan informasi secara cepat dan akurat akan bisa mengambil tindakan yang tepat dan lebih dulu dibandingkan para pesaingnya.

Itulah mengapa ada berbagai badan intelejen di berbagai negara dan mengapa dalam dunia bisnis pun ada yang namanya pencurian data atau informasi. Semuanya terkait dengan perkembangan dengan dunia masa kini.

Informasi dan pengetahuan adalah unsur yang luar biasa penting di masa kini. Banyak pihak mau membayar mahal untuk mendapatkan suatu informasi.

Lalu, apa kaitan dengan blogger?

Blogger adalah penyedia pengetahuan, hiburan, inspirasi, dan segala sesuatu yang sebenarnya bersifat informatif. Bahkan, seorang blogger yang hanya mengajarkan cara menggoreng telur saja adalah penyedia informasi.

Dalam Era Informasi seperti sekarang, perannya penting dan akan semakin penting di masa datang.

Yang menjadi hambatan di Indonesia adalah masyarakat masih menganggap bahwa informasi dan pengetahuan hanya bisa datang dari sumber formal, seperti media massa atau lembaga formal seperti sekolah. Padahal tidak demikian. Informasi dan pengetahuan bisa datang darimana saja.

Untungnya, sudah terjadi gerakan perubahan dalam masyarakat Indonesia, dimana suplai informasi dari sumber resmi sangat terbatas dan tidak memenuhi kebutuhan. Disanalah peran blogger untuk menutupi celah dan memenuhi kebutuhan masyarakat akan informasi.

Memang, masih butuh waktu agar kesadaran itu terus tumbuh dan bukan sesuatu yang sebentar, tetapi, dengan semakin meluasnya jaringan internet dan ketersediaan perangkat smartphone, bisa dipastikan suatu waktu jumlah para pencari informasi akan terus tumbuh dan bertambah setiap tahunnya.

Tidak akan tidak karena zaman memang menuju ke era tersebut, bahkan di Indonesia.

Lalu Kaitannya Dengan Jumlah Blogger Indonesia dan Amerika Serikat?

Amerika Serikat adalah sebuah negara maju dalam banyak hal, termasuk dalam teknologi informasinya. Lembaga-lembaga resmi mereka gencar sekali menebarkan ilmu pengetahuan dan begitu juga para ilmuwan mereka tidak putus menghadirkan pengetahuan dan hasil penelitian. Belum ditambah ribuan perpustakaan baik statis dan online.

Mereka sudah kaya dan memiliki sumber informasi yang mudah diakses. Jumlahnya, entah berapa kali lipat sumber informasi dan pengetahuan di Indonesia.

Tetapi, tahukah Anda berapa jumlah blogger, alias penyedia informasi tidak resmi disana? Seharusnya dengan ketersediaan informasi yang luar biasa banyak tersebut, sangat sedikit. Toh penduduk disana bisa dengan mudah mendapatkan informasi dan pengetahuan apapun lewat sumber resmi.

Ternyata tidak.

Jumlah blogger disana menurut Washington Post (tahun 2015) mencapai 31 juta orang. Lihat sumbernya di sini. Kalau dibuatkan rasionya, dengan penduduk sekitar 320 juta jiwa, maka ada sekitar 9-10% orang yang menjadi blogger, dan menebar informasi.

Hal ini menunjukkan bahwa negara maju tersebut terus menghasilkan informasi dan menyerap informasi.

Bandingkan dengan Indonesia. Penduduk negara ini mencapai 250 juta jiwa. Berapa jumlah bloggernya? Terus terang saya tidak tahu pasti karena tidak ada lembaga yang melakukan survey dan pengamatan, tetapi berdasarkan data hanya ada 2.5 juta blogger saja, alias 1% saja. Itupun banyak yang tidak aktif.

Padahal, 250 juta penduduk bukanlah jumlah yang sedikit. Jumlah ini menempati peringkat ke-4 dunia setelah Amerika Serikat.

Deri segi bisnis, jumlah ini adalah sebuah pasar yang besar dan akan terus membesar seiring dengan perkembangan waktu. Peningkatan pendidikan dan daya beli suatu waktu akan menghasilkan sebuah pasar penyerap informasi yang luar biasa besar.

Nah, tentunya mereka tidak akan pernah merasa cukup mendapatkan pengetahuan itu dari sumber-sumbe resmi yang sangat tidak terbatas. Mereka butuh penyedia informasi alternatif, yaitu blogger.

Sayangnya, kalau melihat keluhan-keluhan yang ada di komunitas-komunitas blogger , sepertinya justru jumlah blogger Indonesia akan cenderung menurun. Keinginan untuk cepat menghasilkan uang dan mentalitas instan adalah salah satu penyebabnya.

Sesuatu yang sangat disayangkan, karena kalau blogger Indonesia banyak yang memutuskan berhenti, suatu waktu pasar yang membesar itu akan diambil oleh penyedia informasi dari negara-negara maju.

Soal uang dan penghasilan, percayalah, ketika pasar itu membengkak dan ekonomi Indonesia terus tumbuh, periklanan Indonesia pun akan ikut hidup dan berkembang. Pada saat itu, maka blogger yang bertahan yang akan menikmati hasilnya.

Itulah mengapa saya memutuskan untuk tetap menjalani kegiatan ngeblog, sambil tetap menjalankan pekerjaan rutin sehari-hari.

Ada peluang besar di masa yang akan datang.

Comments

  1. Betul pak anton memang saya lihat juga banyak yang mengeluhkan soal penghasilan di blog . tapi sebab kebutuhan informasi tersebut memang peran blogger sangat di butuhkan dan peluangnya di indonesia sepertinya masih terbuka.

    tapi blogger yang bisa bertahan mungkin cuma yang memang pingin berbagi hal yang bermanfaat dan enjoy dalam aktifitas bloggingnya tanpa memikirkan money oriented.
    (walaupun kita juga mengharapkan blog berpenghasilan).

    terima kasih sudah berbagi ini membuat semangat ngeblog saya makin membara...
    keep writing..

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama sama mas.. sekaligus menyemangati diri sendiri, sekaligus menngingatkan diri sendiri kenapa saya tetap ngeblog

      Keep on writing juga mas

      Delete
  2. hahaha.....sebuah analisis yang tepat....Pak, sebelumnya cap jempol dulu.

    sebanyak2nya jumlah artikel diberbagai situs itu akan terbilang kurang, apalagi banyak situs yang memiliki konten yang sama.

    itu artinya peluang konten beda dan belum banyak dimuat adalah sebuah peluang besar dimasa akan datang.

    tinggal kita siap atau tidak menyiapkannya.

    jika siap dari sekarang itu artinya kita sudah start duluan dibanding yg lainnya, dan sudah tentu di 5 tahun mendatang blog kita akan seperti Gula yang diserbu oleh banyak semut.

    kuncinya konten berbeda dan belum dimuat,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yap bersakit sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Jangan harap mendapat hasil kalau tidak mau berjuang dan berusaha..

      Kalau mengeluh terus tidak akan mengubah nasib.

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Ngeblog Karena Uang ? Berhenti Jadi Blogger !

Serius ! Benar-benar serius. Itu saran saya kalau memang ada yang ngeblog karena uang, saya akan sarankan dengan segera untuk berhenti jadi blogger.

Upss. Tunggu sebentar. Jangan sewot dulu dan marah-marah. Juga jangan langsung saya melakukan penistaan terhadap blogger. Tidak, saran itu bukan untuk menghina dan merendahkan tujuan Anda ngeblog, justru sebaliknya.

Saran itu untuk kebaikan Anda sendiri.

Bukan tanpa alasan saran itu dikeluarkan, apalagi ditulis disini dan mungkin terbaca banyak rekan sesama blogger. Alasannya sudah dipikirkan dengan sangat matang.

Silakan lihat di bawah ini.

Ngeblog Karena Uang Mah Wajar Saja, Tetapi.... Aneh kan.

Tadi menyuruh berhenti jadi blogger. Sekarang bilang biasa.

Yah begitulah adanya. Ngeblog karena uang sudah merupakan hal umum dewasa ini. Banyak orang yang terjun ke blogosphere bukan sekedar niat berbagi atau sharing atau hanya ingin menumpahkan uneg-uneg saja.

Bisa dikata mayoritas mereka yang terjun ke dunia blogging di masa sekarang berhar…

Blog Gagal Itu Seperti Apa?

"Blog Anda blog gagal kalau dalam 3-4 bulan pertama pengunjungnya hanya mencapai 250 orang per hari"
Tolong jangan tersinggung dulu. Bukan saya yang mengatakan demikian. Kutipan ini saya ambil dari sebuah blog yang dikelola seorang blogger yang berpenghasilan hampir US$ 3000/bulan.

Cukup juga kagetnya. Pasti lah melongo mendengar ada blogger Indonesia bisa berpenghasilan sebegitu besar. Tiga ribu dollar sama dengan 39 juta rupiah, memang besar sekali. Gaji saya sebagai pegawai mah lewat.

Dan, kalimat itu saya kutip dari blognya. Kurang lebih demikian.

Bukan sebuah hal baru sebenarnya. Beberapa blogger yang sudah ditahbiskan masuk dalam kategori "sukses" atau "terkenal" juga sudah memberikan indikasi yang kurang lebih mirip. Bedanya hanya dalam rentang waktu yang dipergunakan.

Ada yang memberi batasan kalau umur blog sudah setahun, tetapi pengunjungnya masih di bawah 1000 Pengunjung Unik perhari, maka gelar BLOG GAGAL menjadi milik blog itu.

Begitu katanya…

Artikel Panjang vs Artikel Pendek : Mana Yang Lebih Baik? Tidak Ada !

Kalau melihat perdebatan di dunia blogger tentang mana yang lebih baik antara artikel panjang dan artikel pendek, rasanya seperti melihat pertarungan abadi.

Abadi karena "pertarungan" tersebut seperti tidak berkesudahan. Tidak ada hentinya.

Kedua kubu sepertinya enggan untuk melepas begitu saja kesempatan untuk merendahkan pihak yang kontra. Mereka mengeluarkan berbagai tulisan yang menunjukkan kehebatan jalan yang mereka pilih, sekaligus menjatuhkan jalan yang dipilih pihak lain.

Seru.

Seperti pertarungan dua salesman pabrik kecap. Keduanya akan selalu mengatakan kecapnya no 1. Memang tidak ada kecap yang mengaku sebagai nomor 2, semuanya no 1.


Jadi Mana Yang Lebih Baik : Artikel Panjang atau Artikel Pendek? Saya akan mengambil dua analogi untuk membantu memperjelas tentang fungsi dan peran kedua kategori artikel ini.

Yang satu tentang penjual/salesman kecap dan jeruk vs duren untuk menggambarkan tentang pergulatan di dua kubu blogger ini.

Cobalah kita bayangkan sedikit.

An…