Menganggap Semua Ide Penting Sangat Membantu Seorang Blogger


Lagi-lagi. Dan memang mungkin itulah sesuatu yang membuat Maniak Menulis akan mendapatkan banyak cibiran dan cemoohan dari banyak blogger. Di saat banyak blogger menyarankan untuk "hanya" menulis ide yang penting-penting saja, blog ini justru akan menyarankan kepada para blogger untuk menganggap semua ide penting.

Jangan pernah memilah mana yang "penting" dan mana yang "tidak penting". Jangan pernah berpikir hanya membuat artikel tentang sesuatu yang kita anggap "bermanfaat" atau "penting".

Anggaplah semua cetusan pemikiran di kepala Anda sebagai "penting" dan "bermanfaat".

Hal itu akan membantu sekali bagi blogger, seperti Anda dan saya.

Mengapa Semua Ide Harus Dianggap Penting dan Bermanfaat?

Sederhana saja alasannya.

1. Kita tidak bisa membaca pikiran orang : Sesuatu yang tidak penting bagi kita belum tentu tidak penting bagi orang lain

Dalam hal ini, dapatkah Anda mengetahui apa yang dibutuhkan oleh orang lain? Kecuali mereka mengatakan atau menuliskannya, maka jawabnya adalah tidak.

Bahkan, marketing di sebuah perusahaan yang berpendidikan tinggi sekalipun, tidak akan bisa melakukannya padahal mereka sudah melakukan survey. Mereka hanya bisa membuat asumsi , dugaan saja, dan tidak pernah bisa memastikan apa yang dibutuhkan oleh calon pembeli produk mereka.

Lalu, bagaimana seorang blogger bisa tahu bahwa satu hal itu dibutuhkan atau tidak?

Pengalaman menunjukkan bahwa sesuatu yang saya anggap remeh sekali dan tidak penting, justru membuat saya terbelalak kaget, dan merasa malu. Sebuah tulisan saya di blog Lovely Bogor hanya berisikan tentang "cara menuju sebuah lokasi wisata di kota Bogor".

Saya hanya membuat tulisan karena iseng dan sambil tertawa-tawa.

Hasilnya, lebih dari 100 ribu orang membaca tulisan itu dan masih terus mendatangkan pengunjung ke blog tersebut.

Sesuatu yang tidak penting bagi kita belum tentu tidak penting bagi orang lain.

2. Menjauhkan blogger dari "Kehabisan Ide"

Yang ini tidak penting dan tidak akan menarik. Yang itu sepertinya hal kecil dan tidak terlihat keren.

Lalu apa yang akan ditulis?

Pikiran kita terkadang termanipulasi oleh keinginan untuk tampil keren, profesional, heboh dan pada akhirnya cenderung membuang ide-ide sederhana yang menurut kita tidak penting.

Padahal, hasilnya adalah dari 10 ide, hanya 2-3 saja yang dijadikan tulisan.

Bayangkan saja, kalau hal itu terus terjadi. Ide-ide akan terbuang percuma dan tidak pernah diwujudkan menjadi tulisan. Hasilnya, ketersediaan stok ide akan terus menerus menipis karena banyak yang dibuang.

Dengan menganggap semua ide penting, maka hal itu akan menjamin bahwa tidak akan ada ide yang terbuang. Stok ide akan tetap banyak di kepala kita dan ujungnya, kita bisa terus menulis dengan ide apapun yang melintas di kepala karena semuanya adalah ide penting.

Jangan memandang diri sendiri terlalu tinggi dan tahu segalanya. Tidak ada orang seperti itu di dunia.

Penting atau tidaknya sebuah tulisan dan ide bukan kita, penulis atau blogger yang menentukan, pembaca lah yang menilai.

Sebuah cerita sederhana tentang perjalanan ke Yogya tentu tidak penting ketika Anda mencari informasi tentang cara membuat blog, tetapi tulisan itu bisa memberikan gambaran pada mereka yang hendak pergi kesana suasana di salah satu sudut kota tersebut.

Lagipula, pernahkah terbayang lahir sebuah lagu yang sampai sekarang masih terdengar dan terus dinyanyikan kalau pada saat itu Ibu Soed hanya menulis tentang lagu bertema "penting"? Apakah Anda akan pernah mendengar lagu "Balonku Ada Lima"?

Tidak. Kalau sang maestro lagu anak-anak itu berpikiran ala Internet Marketer yang hanya menulis hal-hal penting, tidak akan ada anak-anak yang gembira dan belajar tentang warna.

Terlalu banyak contoh bahwa hal kecil nan tidak penting bisa menjadi hal besar ketika berada di tangan orang yang tepat.

Apakah Anda orang yang "tepat" itu, Anda lah yang menentukan, tetapi Anda sudah pasti bukan orang yang tepat ketika Anda tidak bisa menganggap semua ide penting dan hanya memilih yang "penting-penting" saja.


Pertanyaan-Pertanyaan Bodoh Bin Konyol Seperti Ini Tidak Akan Membuat Anda Menjadi Blogger Yang Pandai

Kasar yah judulnya. Padahal, seorang bertanya berarti ia ingin tahu sesuatu dan menjadi lebih baik, pintar, atau pandai. Mengapa harus dikomentari dengan "kasar"seperti itu?

Sayangnya, memang kenyataannya pertanyaan-pertanyaan konyol bin bodoh memang tidak akan pernah membuat seseorang menjadi pandai. Dalam hal apapun, bukan hanya di dunia blogging, tetapi juga di dalam berbagai hal yang lain.

Contoh beberapa pertanyaan konyol ini bisa ditemukan di Komunitas Indonesia Adsense Publisher Discussion di Googole Plus.

Coba lihat saja beberapa screenshootnya.




Mengapa saya katakan pertanyaan-pertanyaan seperti ini tidak akan membuat yang bertanya menjadi pandai dan pada akhirnya tidak akan menjadi blogger yang pintar dan berhasil.

1. Mereka Tidak Akan Mendapat Jawaban !

Bertanya memang sebuah jalan untuk mengorek pengetahuan dari orang lain. Benar sekali. Sayangnya, untuk melakukannya perlu "pertanyaan yang tepat".

Coba saja tanyakan di forum blogger manapun pertanyaan "Bagaimana cara menghasilkan uang dari ngeblog?"

Apakah Anda akan mendapat jawaban? Kemungkinan besar TIDAK. Paling bagus, ya penjelasan singkat penuh basa basi dan tidak memberi penjelasan rinci tentang caranya.

Mengapa? Ya karena para blogger seharusnya tahu bahwa jawabannya akan panjaaaang sekali dan bisa membuat keriting jari kalau harus menjawab pertanyaan seperti itu. Apalagi, hal-hal seperti itu sudah banyak sekali ditulis oleh para blogger sebelumnya di ribuan blog.

Jadi, kebanyakan member grup tersebut tidak akan menanggapi secara serius pertanyaan konyol model begini. Hanya membuang waktu saja.

Ajukan pertanyaan yang tidak membuat orang yang ditanya MALAS untuk menjawab dengan mengajukan pertanyaan yang tepat dan mengundang jawaban.

2. Kemalasan

Lebih cepat mana mendapatkan jawaban dari member senior IAPD atau dari Mesin Pencari Google?

Jawabannya, lebih cepat Google! Cukup ketikkan apa yang ingin diketahui dan hanya dalam hitungan sepersekian detik akan hadir berbagai tulisan yang berisikan informasi yang lebih lengkap dan jelas tentang hal-hal yang mungkin berkaitan.

Banyak sekali. Bisa mencapai ribuan.


Saking banyaknya, yang bertanya akan kerepotan untuk membaca semuanya.

Lalu, kenapa harus bertanya seperti itu?

Kemungkinan besar karena mereka terlalu malas untuk mengklik link dan membaca isinya. Mau tidak mau kalau mencari lewat Google, maka yang bertanya harus mau membaca. Jika mereka pilih bertanya di forum yang tidak bisa memberikan jawaban selengkap it, alasan terbesarnya adalah rasa malas membaca itu.

Mirip dengan seorang yang lapar, dan sudah disediakan makanan lengkap di meja makan, tetapi karena malas berjalan, ia menelpon orang tak dikenal untuk mengambilkan makanannya itu.

Kemalasan tidak akan pernah membuat orang menjadi pandai, pintar, dan sukses. Dalam hal apapun, termasuk dalam ngeblog. Jika ia tidak mau merubah pola pikirnya, ia tidak akan bertahan lama dalam dunia blogging yang mengharuskan orang membuang kemalasannya.


3. Tidak Kreatif

Menjadi blogger/Adsenser atau atau apapun istilahnya diharuskan memiliki daya kreatif agar mampu mengembangkan ide yang ada di kepala. Dengan begitu, ia dan blognya akan mampu berkembang dan terus berkembang.

Tanpa itu, sebuah blog akan bantat dan bloggernya akan berhenti ketika ia tidak kreatif.

Pertanyaan-pertanyaan di atas adalah sesuatu yang sangat tidak kreatif. Mereka tidak bisa memikirkan cara kreatif untuk bertanya agar bisa mendapatkan jawaban. Lebih mirip rengekan "anak bawang" yang minta diajak bermain.

4. Tidak Mandiri

Blogger atau Adsenser atau siapapun yang berniat mencari uang via internet harus mampu berdiri sendiri.


Blogger adalah tokoh kunci di balik blognya. Kepada sang blogger lah si blog menggantungkan hidupnya (ebay.com tapi kenyataan kan). Untuk itu mereka harus mandiri tanpa harus bergantung pada siapapun.

Kalau mereka tidak mandiri dan tergantung pada seseorang, sebenarnya mereka hanyalah tukang ketik suruhan orang saja. Bukan blogger. Tukang ketik sulit menjadi kaya, yang bisa menjadi kaya dan sukses adalah bossnya tukang ketik karena ia bisa memanfaatkan tenaga si tukang ketik untuk emnghasilkan keuntungan bagi dirinya.

Nah, pertanyaan-pertanyaan bodoh seperti di atas sangat menunjukkan ketidakmandirian. Alih-alih berusaha mencari jawaban via Google atau cara lain, mereka lebih suka mengemis penjelasan pada orang-orang tak dikenal berbekal kata "bos,mastah, dan usaha merendah".

Mereka persis bayi yang minta disuapi.

Pertanyaan-pertanyaan seperti itu saya sebut konyol karena benar-benar tidak akan menghasilkan jawaban yang benar. Pertanyaan-pertanyaan bodoh seperti itu juga memperlihatkan kepribadian yang bertanya. Sikap mentalnya dan pengetahuannya.

Seorang yang bodoh, selama ia mau belajar, ia suatu waktu akan berpengetahuan dan pintar. Tetapi, seorang yang tidak tahu, malas, tidak kreatif, tidak akan pernah menjadi pandai. Ia akan tetap menjadi orang yang malas dan tidak pintar.

Kunci pemecahannya hanya satu, yaitu MEMBACA. Semakin banyak membaca, maka semakin banyak informasi yang masuk. Setelah itu barulah ajukan pertanyaan yang tepat agar mendapatkan jawaban yang jelas dan tepat pula.

Bahkan, kalau mau, dengan meninggalkan kemalasan MEMBACA, seseorang bahkan tidak perlu bertanya. Ia bisa mencari pengetahuan itu via Google atau buku dan tidak akan perlu bertanya secara memelas dengan gaya seperti itu.

Gengsi bro and sis.

Tidak percaya? Saya bukan ahli IT dan sama sekali belum pernah ngeblog atau membuat website pada bulan Agustus 2014 lalu. Sangat minim pengetahuan tentang apa itu blog dan website. Hanya, saya kemudian senang wara wiri berkunjung ke berbagai website yang membahas tentang blogging.

Hasilnya, saya bisa menjadi publisher Adsense dan memiliki blog berpengunjung ribuan orang perhari. Dan, semua dilakukan hanya dengan banyak membaca dan mengajukan beberapa pertanyaan yang tepat saja.

Lalu, mengapa Anda tidak bisa? Sama-sama bisa membaca seperti saya kan?



Menggali Ilmu Dari Diana Rikasari HOT CHOCOLATE & MINT


Pernah membaca jargon "Tanpa SEO sebuah blog akan mati seperti kuburan" atau "Tanpa SEO seorang blogger tidak akan menjadi tenar dan kondang"? Sudah pastilah. Apalagi jika Anda adalah blogger yang baru lahir beberapa tahun belakangan.

Pengaruh para internet marketer dan blogger tutorial ngeblog sangat kental dalam dunia kehidupan para penggiat dunia tulis menulis informal dewasa ini.

Tidak jarang ketika ada yang berdiri pada posisi kontra pada pandangan itu, yang mengatakan akan mendapat cerca dan dianggap tidak tahu apa-apa. Bukan omong kosong karena saya sendiri pernah berada di posisi itu dan mendapati diri disebut sebagai kakek-kakek cerewet.

Tetapi, mungkin jika Anda pernah membaca blog yang satu ini, pandangan Anda akan berubah.

Sebelum itu, simak sedikit informasi tentang apa yang sudah diraih oleh sang blogger pemilik blog ini.

  • International Young Creative Entrepreneur 2012
  • Nominator Influence Asia 2017
  • Usaha sepatu yang berkembang
  • Diundang ke berbagai acara fashion
  • Dibuatkan acara sendiri di Net TV
  • Salah satu Wanita Inspiratif versi Wardah
  • Berbagai artikel dibuat oleh media nasional tentangnya
dan seterusnya. Maaf, terlalu panjang kalau disebutkan pencapaian blogger wanita yang satu ini. Capek saya membaca satu persatu tulisan yang ada.

Dan semua itu, dimulai dari blognya yang bernama HOT CHOCOLATE & MINT.  Nama pemiliknya adalah Diana Rikasari.

Sekarang sudah menjadi ibu dua anak.

Blognya sendiri apa menggunakan SEO?

Boro-boro.

Hingga saat ini saja masih menggunakan domain gratisan (www.dianarikasari.blogspot.com) dan tidak berubah sejak awal. Tampilannya bisa membuat para blogger tutorial melongo karena lebih mirip interior kamar tidur anak remaja putri, pinky dan penuh aksesori.

Tulisannya? Ampyyyunn... Penuh curhatan. Penuh foto diri sendiri dan kalau dipikir sangat sedikit "manfaat" atau "informasi" yang disampaikan. Dulu kadang berbahasa Inggris, kadang berbahasa Indonesia, tetapi sekarang full bahasa Inggris.

Para mastah blogger tutorial kalau belum mendengar informasi di atas, rasanya akan bilang "blog seperti itu akan jadi kuburan, sepi tanpa pengunjung". Tapi, kalau sudah tahu hasilnya, pasti sang mastah akan segera cari Decolgen untuk menghilangkan pusing karena teorinya terbantah dan bahkan ketenaran blogger "bodoh" ini melebihi dirinya yang sudah ubanan karena mengutak atik keyword dan backlink.

Tapi, itulah faktanya.

HOT CHOCOLATE & MINT sudah berhasil membawa ketenaran kepada si empunya. Blog sederhana ini sudah melebihi apa yang pernah dibayangkan oleh si bloggernya sendiri.

Tanpa mengikuti berbagai teori dan sistem yang sering disebut-sebut para mastah blogger sangat ampuh untuk membuat blog terkenal. Tidak juga mengikuti tips dan trik yang dilahirkan para "merasa mastah".

Bagaimana blog seperti ini bisa mendatangkan ketenaran dan uang?

Itu kan pertanyaan Anda.

Yah, tidak usah ruwet-ruwet, dianalisa muter muter, dan ditulis dengan bahasa yang berat. Blog itu sukses karena mewakili tiga hal yang merupakan inti dari banyak kesuksesan di dunia (bukan hanya blogging yah)

Passion :

Sesuatu jika dilakukan dengan gairah atau passion biasanya sukses. Passion akan mendorong orang untuk terus melakukan apapun karena ia menyukainya. Tidak beda dengan seorang ayah yang meski lelah akan bermain dengan anaknya, semua itu karena passion.

Passion akan melahirkan dorongan bagi seorang manusia untuk terus menikmati apa yang disukainya. Bukan karena uang, bukan karena ketenaran, tetapi karena hal itu membuatnya bahagia.

Padahal bahagia itu adalah sesuatu yang dicari semua orang.

Diana Rikasari menyukai fashion dan dia melakukannya dengan senang hati. Blog ini berisi apa yang menjadi passion wanita ini, fashion dalam berbagai bentuk mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki.

Konsisten :


Tidak ada yang bisa sukses kalau tidak mau konsisten dalam mengerjakan sesuatu. Kecuali Untung Bebek yang selalu beruntung, hampir tidak ada orang yang sukses kalau dia tidak memiliki semangat pantang menyerah dan terus berusaha.

Terdengarnya sulit dan melelahkan yah konsisten itu, tetapi ketika Anda memiliki passion, sebenarnya, hal itu tidak akan menjadi sebuah masalah. Anda menyukainya dan hati Anda gembira.

Blog Diana Rikasari ini sudah melewati 11 kali bulan Maret dan kalau melihat tulisan-tulisannya, ia menerbitkan satu tulisan setiap hari. Kadang memang hanya sebaris, tetapi kadang 20-30 baris. Kadang satu foto, satu video, kadang 3-10 foto.

Yang pasti, ia menerbitkan satu artikel di blognya sekali sehari. Rutin. Terus menerus.

KONSISTEN.

Kreatif :

Kata orang kerja cerdas akan memberikan hasil lebih banyak daripada kerja keras. Bisa jadi, bisa juga tidak. Tetapi, memang kenyataannya kerja cerdas dan kreatif akan banyak membantu manusia untuk menjadi lebih efisien, ekeftif, dan berkembang.

Mayoritas orang sukses adalah orang yang kreatif dan mampu bekerja cerdas.

Hanya, bisa bayangkan hasilnya kalau kerja keras dan kerja cerdas bersatu. Saya pikir Diana Rikasari bisa menjadi salah satu contohnya.

Memanfaatkan ketenaran blognya, dan seringnya ia diundang ke berbagai fashion show pada akhirnya ia memilih menjadi entrepreneur alias pengusaha muda. Bidang yang digelutinya adalah fashion dan ia menggunakan yang menjadi keahliannya itu untuk menjadi lebih maju.

Ia tidak memaksakan diri mencari keyword bernilai BPK tinggi hanya untuk sekedar supaya mendapat uang banyak.

Dan, ia berhasil.

Itulah tiga kunci dari keberhasilan ibu mungil dan blognya.

Dan, bukan karena mengikuti berbagai tips dan trik para "mastah" atau "yang mengaku mastah" atau "merasa diri mastah" di blogosphere Indonesia.

Itulah juga satu alasan blog ini merupakan satu dari beberapa yang saya rutin kunjungi saat memulai perjalanan ngeblog saya. Bukan karena ingin tahu lipstick terbaik atau gaya yang pas saat pergi ke pasar dan naik Commuter Line.

Padahal sudah pasti kalau saya mengikuti gaya si fashion blogger ini, perhatian ribuan orang sepanjang perjalanan akan tertuju kepada saya.

Serius lho! Bayangkan saja seorang pria memakai rok mini berwarna pink dan memakai gincu berwarna pink pula. Hampir pastilah saya menjadi pusatperhatian.

Tapi bukan karena itu saya sering berkunjung kesana (walau sudah tidak lagi).

Karena saya ingin belajar mengapa blog sederhana ini bisa berhasil dan sukses. Tiga hal yang saya temukan disana, sudah saya sebutkan di atas. Dan, tentunya kesenangan dan kegembiraan bisa memberikan bukti kepada penghuni blogosphere Indonesia bahwa tips dan trik atau SEO bukanlah segalanya dalam ngeblog.

Passion, Konsistensi, dan Kreatifitas adalah kunci. Bukan SEO!

[FIRE AND FORGET] Menerapkan Prinsip Militer Dalam Menulis dan Ngeblog

Prinsip "FIRE AND FORGET" adalah sebuah prinsip yang populer dipergunakan dalam dunia kemiliteran. Hampir semua peluru kendali (rudal) yang dibuat pada abad ke-21 menerapkan prinsip ini, seperti contoh rudal anti kapal Exocet, Harpoon, atau yang terkenal Tomahawk yang dipergunakan militer Amerika Serikat untuk menghancurkan sasaran di daratan.

Kata, "fire" berarti tembak, "forget" lupakan. Keduanya mencerminkan dua langkah utama dalam prinsip ini, yaitu setelah tembakan dilepas, maka kemudian dilupakan. Bukan berarti bahwa yang melepaskan rudal tidak ingin sasaran terkena, tetapi karena dalam sistem ini, rudal tersebut sudah diperlengkapi radar sendiri yang akan menemukan sasaran dan kemudian menghancurkannya.

Persentase keberhasilan pemakaian sistem ini sangat besar sehingga hampir semua jenis misil atau rudal dewasa ini dibangun berdasarkan konsep ini. Battle proven dan sudah teruju di medan tempur, bahkan sejak tahun 1982 ketika Perang Falkdlan (Malvinas) meletus dimana Argentina menenggelamkan kapal perang modern Inggris dengan rudal Exocet.

Kaitan prinsip "fire and forget" dengan menusli?

Karena itu konsep yang saya pakai, dan rasanya dipakai banyak blogger juga, contoh Linda Ikeji, atau mereka-mereka yang berada di belakang Detik.com, atau Mashable, dan banyak lainnya.

Tidak ada bukti yang sahih, karena blogger manapun, atau penulis manapun akan menyimpan rahasia dapurnya rapat-rapat. Tetapi, kalau melihat pergerakan di blog-blog mereka, prinsip ini jelas diterapkan.

Silakan perhatikan dan tanyakan, setelah penulis di blog Linda Ikeji atau Detik mempublish artikel, apakah mereka akan melirik kembali artikelnya?

Kemungkinan besar tidak.

Mereka harus bergerak cepat dan dituntut untuk terus dan terus melahirkan tulisan yang baru. Deadline dan targetnya sangat ketat. Begitu sebuah tulisan selesai diterbitkan, perhatian para penulis itu akan beralih ke proyek tulisan berikutnya.

Tidak lagi mereka mencoba mengutak atik tulisan yang sudah keluar tadi.

Mereka menerapkan prinsip "Publish and Forget". Terbitkan dan lupakan. Sama dasarnya dengan prinsip Fire & Forget dalam dunia militer.  Mau tulisan tersebut laku dibaca banyak orang, mereka tidak terlalu mikir, mau dibaca jutaan orang, juga mereka tetap nggak memperhatikan.

Tidak ada usaha untuk melakukan revisi untuk memperbaikinya supaya secara SEO menjadi lebih baik dan mendatangkan lebih banyak pengunjung. Tidak juga mereka berusaha merubah apa yang pernah ditulis.

Jika dipikirkan lebih dalam mengapa mereka melakukan prinsip ini. ada beberapa alasan yang mungkin mendorong penerapan prinsip TEMBAK dan LUPAKAN ini dalam menulis.

  1. Semakin banyak tulisan yang diterbitkan akan semakin bagus : sebuah website yang terus menerus mengeluarkan tulisan baru akan mendapatkan perhatian lebih dari pengunjung . Konsep update,update dan update sudah terbukti manjur dalam mendatangkan pembaca
  2. Supaya lebih produktif : karena mencoba merevisi sebuah tulisan yang sudah jadi akan lebih banyak makan waktu dibandingkan menerbitkan tulisan baru. Alur penulisan yang sudah jadi, akan menyulitkan proses revisi
  3. Supaya tidak membingungkan pembaca : banyak pembaca yang kembali ke sebuah tulisan untuk mencari referensi tentang sesuatu hal yang pernah membacanya dan tentunya ia mengharapkan tulisan yang sama seperti yang pernah dia baca dulu. Tentunya, ia akan kebingunan ketika melihat tulisan yang dulu dibacanya sudah mengalami banyak revisi atau bahkan menjadi sebuah tulisan yang berbeda
  4. Mereka memahami bahwa sebuah topik bisa dijadikan banyak tulisan : sebuah topik selalu bisa dilihat dari berbagai sudut pandang yang berbeda dan setiap sudut pandang bisa menjadi sebuah tulisan terpisah. Daripada merevisi atau merubah tulisan yang sudah terbit, mereka lebih suka menerbitkan sebuah tulisan baru dari sudut pandang yang berbeda. Website akan tetap update dengan artikel baru dan pembaca bisa disuguhi berbagai sudut pandang yang akan menambah informasi yang didapatnya
Hal ini berbeda dengan apa yang banyak diajarkan para blogger tutorial dan internet marketer. Mereka menyarankan agar melakukan revisi pada tulisan lama agar bisa lebih SEO Friendly dan mendatangkan banyak pengunjung.

Tidak heran banyak blogger pemula yang kemudian memutuskan merevisi tulisan-tulisan lama dengan harapan agar bisa lebih menjual.

Bagi saya, hal itu sangat tidak efektif dan bisa jadi hambatan untuk terus melangkah maju.

Bagaimana bisa efektif kalau kerjaan kita hanya memandangi dan memelototi satu tulisan dan perkembangan pengunjungnya saja. Kalau belum banyak, revisi. Revisi belum mendatangkan pengunjung sesuai harapan, revisi dan cari backlink. Masih belum juga, misuh-misuh di komunitas supaya rekan sesama blogger "berkenan" menjadi pembacanya.

Sikap mental yang negatif.

Itu kata saya lo. Saya cukup paham bahwa prinsip Fire and Forget juga punya kelemahan. Tidak semua rudal yang dilepaskan akan mengenai sasaran, ada yang meleset. Pasti itu.

Begitu juga sebuah artikel yang diterbitkan, hampir pasti tidak semua akan mendapat perhatian dan mengundang ribuan orang membaca. Bohong lah kalau para internet marketer bilang bahwa tulisan mereka semuanya dibaca jutaan orang. Tidak mungkin. Pasti ada artikel-artikel mereka yang hanya dibaca segelintir orang saja.

Itu adalah normal. Bagian dari kehidupan.

Untuk mengatasi "rudal-rudal" para blogger yang meleset tadi, saya lebih suka tetap maju dengan menyodorkan artikel berikutnya kepada pembaca. Ia akan punya pilihan baru yang fresh. Hal ini menurut saya lebih baik daripada mengutak-atik artikel lama dengan hasil yang juga belum tentu bagus.

Dampak bagusnya pada seorang blogger adalah saya terus tertantang untuk mencoba menjadi lebih kreatif lagi dalam menulis. Kegagalan "rudal artikel" akan membuat saya terus berpikir "rudal" seperti apa yang bisa kena tepat sasaran, gaya apa yang harus dipergunakan, dan seterusnya.

Blog saya harus terus berkembang agar tetap hidup dan untuk itu juga mengharuskan saya untuk berkembang. Prinsip FIRE & FORGET akan mendorong saya terus berkembang dan melangkah maju, tidak perlu memikirkan dan menyesali kegagalan di masa lalu.

LUPAKAN saja. Tidak ada gunanya.

Jadi, mungkin sebaiknya para blogger tidak perlu melirik terlalu sering tulisan-tulisan lama. Mau banyak pembaca, mau sedikit, tetap saja tulisan tersebut adalah masa lalu. Tatap ke depan dan terus maju. Terus buat artikel baru yang lebih baik dari artikel yang lama.

Itulah prinsip militer FIRE AND FORGET dalam dunia menulis dan blogging.

Monetisasi Blog Vs Mencari Uang Lewat Blog


Terdengar sama maknanya. Tidak heran banyak blogger yang menyalahartikan keduanya sama. Padahal, kedua frase tersebut jika ditelaah memiliki arti yang berbeda jauh sekali, terutama dari latar belakang terciptanya kedua frase tersebut.

Tidak. "Monetisasi blog" sama sekali tidak sama "mencari uang lewat blog".

Ujung akhirnya memang sama, yaitu menghasilkan uang, money, duit, atau apapun istilahnya dengan memakai blog sebagai medianya, tetapi "niat"-nya berbeda jauh sekali.

Monetisasi blog adalah istilah yang hadir ketika seorang blogger menyadari bahwa pembaca, komunitas yang terbentuk dari blognya bisa dijadikan sebagai mesin penghasil uang. Melihat peluang ini para blogger pun mulai memasang iklan, menjual produk, atau menawarkan barang demi komisi.

Tetapi, hal itu tidak pernah diniatkan sejak awal kegiatan ngeblog mereka dimulai. Awalnya banyak dari mereka yang hanya sekedar curhat, melemparkan unek-unek, atau sekedar menceritakan pengalaman mereka. BUKAN MENCARI UANG.

Itu niat awalnya.

Berbeda dengan istilah kedua, "Mencari uang lewat blog". Blogger yang masuk dalam kategori ini, sejak awalnya memang berniat menggunakan blognya sebagai sapi perah untuk menghasilkan uang. Mereka bisa jadi sebenarnya tidak tulus dan benar-benar berniat untuk berbagi cerita.

Tujuan yang banyak dianut blogger masa kini ini memang sejak awal berorientasi pada bagaimana caranya menghasilkan uang.

Oleh karena itu, tidak heran juga, kemudian lahir para master-master internet marketing yang memberikan berbagai tips dan trik agar para blogger itu bisa secepatnya meraup hasil dan keuntungan besar dari blog mereka.

Memang tidak akan terlihat secara kasat mata beda keduanya. Meskipun demikian, tingkah laku keduanya bisa dibedakan ketika berinteraksi sesama blogger.

Kaum dari kategori pertama, cenderung suka bercerita tentang pengalamannya dalam mengelola blog, kesulitan, atau isi dari blog yang dikelola. Jarang sekali mereka akan berbicara atau bahkan memamerkan penghasilan yang mereka dapat dari kegiatan ngeblognya. Hal itu terjadi karena di dalam hati, mereka melakukan kegiatan ngeblognya dengan senang hati.

Ada uang atau tidak ada uang bukan sebuah masalah untuk mereka.

Berbeda dengan kaum yang kedua. Bahkan, baru 1-2 minggu saja mereka terjun dalam dunia blogging, mereka sudah akan berburu berbagai "how to" untuk mendapatkan akun Adsense atau cara menghasilkan duit lainnya. Perhatian mereka tidak terfokus pada blognya, tetapi lebih fokus pada cara memanfaatkan blognya agar segera menghasilkan uang.

Beda di NIAT.

Tetapi, hasilnya beda juga tingkah laku yang dihasilkan oleh niat tersebut.

Blogger dari kategori pertama, cenderung lebih tenang dan "tahan banting". Fokus mereka yang tertuju pada blognya membuat uang hanyalah dianggap sebagai bonus -yang menyenangkan tentunya- tetapi bukan tujuan utama. Mereka tidak akan misuh-misuh berat kalau BPK (Biaya per Klik) Adsense kecil.

Sebaliknya kalangan blogger pemburu uang, penurunan BPK - yang sudah kecil - menjadi semakin kecil, bisa membuat kalangan ini seperti kebakaran jenggot dan menyebar aura negatif mereka di berbagai komunitas. Mereka juga akan berburu lebih banyak tips dan trik cara mengoptimalkan iklan di blog mereka.

Hasilnya, adalah beda sikap dan pendekatan terhadap banyak masalah.


Tidak ada yang salah dari keduanya. Dua-duanya adalah pilihan jalan yang setiap orang berhak untuk memilih.

This is a free world. Ini dunia yang bebas. Semua boleh memilih jalannya masing-masing.

Tetapi, saya lebih menyukai untuk bergaul dengan kalangan pertama.

Capek mendengar orang mengeluh setiap hari hanya karena penghasilan mereka kecil. Padahal, blog mereka sendiri trafiknya tidak besar karena banyak yang tidak terfokus pada pengembangan blog.

Malas mendengar keluhan atau pertanyaan, "Kok aplikasi Adsense saya belum dijawab juga yah", "Paraahh, BPK-nya turun setiap hari", "Gimana cara hitung penghasilan Adsense", dan seterusnya. Kalau dipikir ulang, hal itu adalah hal yang sia-sia.

Mubazir.

Waktu yang mereka "buang" untuk menanyakan pertanyaan konyol seperti itu seharusnya bisa dimanfaatkan untuk membuat 1-2 artikel baru. Dengan tambahan artikel yang fresh, blog akan terus berkembang maju dan pada akhirnya akan mendatangkan trafik yang lebih banyak. Kalau trafik pengunjung menjulang, otomatis penghasilan dari blog pun ikut membesar.

Ada banyak kekonyolan lahir dari kalangan blogger pemburu uang.

Selain itu juga, banyak tulisan kalangan "pencari uang lewat blog" ini yang sebenarnya tidak enak dibaca. Bagaimana bisa enak, ketika mereka memilih menggunakan keyword yang sebenarnya tidak mereka pahami, hanya karena keyword tersebut diduga akan menghasilkan BPK yang tinggi.

Belum lagi ditambah kebiasaan untuk memanfaatkan optimasi SEO berlebihan dan akhirnya membuat tulisan jauh dari yang namanya enak untuk dibaca.

Itulah mengapa, saya lebih suka bermain dan blogwalking ke tempat-tempat yang saya duga masuk dalam kategori pertama, para blogger yang memonetisasi uang.

Terlebih, saya sendiri, meski sudah mulai menghasilkan uang, masih lebih terfokus pada blog dan bukan pada berburu uang-nya. Tidak murni seratus persen, karena uang kerap memberikan dampak tersendiri bagi manusia. Tetapi, setidaknya saya lebih dekat pada golongan monetisasi blog.

Pelajaran Dari Blog Yang Kena Hack : Langkah-Langkah Pemecahan Masalah

Pelajaran Dari Blog Yang Kena Hack : Langkah-Langkah Pemecahan Masalah

Selamat pagi Sobat Maniak! Apa kabar? Semoga semua selalau berada di dalam lindungan-NYA!

RA Kartini mengatakan "Habis Gelap Terbitlah Terang". Pepatah lama mengatakan "Hujan pun suatu saat akan berhenti". Begitulah yang saya rasakan pagi ini.

Lebih dari 5 hari tenggelam kepusingan karena salah satu blog Pojok Menulis kena hack-entah oleh siapa. Pada hari ini titik terang tanda masalah sudah terpecahkan sudah terlihat dengan baik. Masih belum sempurna seperti kemauan, tetapi semua tanda memberi indikasi bahwa blog berisi pelajaran-pelajaran kecil tentang bahasa Inggris, Indonesia, dan pengetahuan umum akan tetap hidup dan berjalan.

Kekhawatiran dan kecemasan selama beberapa hari terakhir mulai sirna. Awan gelap yang selama ini menutupi perlahan mulai menghilang.

Insya Allah. Blog itu akan kembali berfungsi. Perlahan, tapi pasti.

Beranjak dari blog yang kena hack tersebut, ada beberapa hal yang bisa ditimba. Ternyata menghadapi blog yang kena hack membutuhkan langkah-langkah tertentu yang bisa mengurangi meluasnya masalah sekaligus mempercepat menemukan solusinya. Beberapa langkah diantaranya sederhana dan tidak berkaitan dengan kondisi blog-nya sendiri.

Pelajaran yang bisa diambil dari kasus Pojok Menulis "kena hack" adalah

1. Tenangkan Diri

Siapa yang tidak akan kesal, marah, dan khawatir saat hasil kerja keras kita terancam sia-sia hanya karena ulah orang-orang tak bertanggungjawab? Semua pasti merasakan itu.

Sayangnya, ternyata perasaan seperti ini menghambat otak untuk beroperasi dengan cepat untuk mencari solusinya. Maklum, emosi dan kemarahan akan menutupi pemikiran logis.

Itulah mengapa orangtua di zaman dulu selalu berkata janganlah mengambil keputusan saat sedang emosi karena biasanya hasilnya tidak bagus.

Jika melihat ada masalah seperti ini, luangkan beberapa waktu untuk diam dan menenangkan diri. Jauhkan dari keinginan melihat situasi karena cenderung bisa menambah kemarahan.

2. Pelajari Situasi

Bukan hanya temukan masalahnya. Yang terpenting lihat kerusakan yang ditimbulkan dari berbagai sisi.

Sebuah blog yang kena hack akan berimbas pada banyak hal dan bukan hanya pada trafik pengunjung. Seperti contoh, blog PM pengunjungnya menurun, hal ini disebabkan karena posisi ratusan URL-nya digantikan oleh URL berbahasa Jepang.

Masalahnya bukan sekedar berkurangnya trafik pengunjung, tetapi juga ribuan URL palsu masuk ke dalam database Google dan dianggap sah. Hal ini bisa berbahaya bagi kelangsungan blog PM di masa yang akan datang karena PM bisa dianggap sebagai website yang banyak broken link-nya.

Jadi, pelajari situasi dan apa saja yang terkena.

3. Temukan Tindakan Untuk Menghilangkan Masalah

Pengetahuan kita terbatas. Maklum namanya juga manusia. Tidak semua hal kita tahu, apalagi soal cara mengatasi hack - yang biasanya dilakukan orang yang pinter IT -. Jarang blogger menguasai pengetahuan dalam hal ini.

Jadi, lakukan pencarian sesegera mungkin. Pergunakan mesin pencari Google dan cari sebanyak mungkin informasi terkait kejadian yang mirip. Disini pengetahuan berbahasa Inggris akan sangat membantu karena kebanyakan blogger Indonesia belum menulis tentang bagaimana cara mengatasi hack seperti ini.

Kumpulkan sebanyak mungkin informasi dan berbagai cara pemecahan masalahnya.

4. Lakukan Dengan Cepat!

Jangan tunda. Pelajari dan ambil tindakan dengan cepat.

Semakin lama masalah dibiarkan, semakin besar kerusakan yang ditimbulkan. Semua langkah harus dilakukan dalam waktu sesingkat mungkin.

Tinggalkan semua hal yang lain dan fokus lah pada penyelesaian masalah yang satu ini.

Juga, tidak perlu bertanya kepada para "mastah" atau yang dianggap mastah di komunitas blogger. Bukan karena tidak ada yang mampu - rasanya pasti ada yang pernah mengalami -, tetapi karena akan makan waktu lama menunggu respon. Ditambah dengan bervariasinya saran tidak jelas yang menambah pusing kepala saat memutuskan.

Jangan buang waktu dan lakukan semua tindakan dengan cepat.

5. Ambil Resiko!

Tidak ada pemecahan masalah yang sempurna. Semuanya pasti ada resiko dan konsekuensinya.

Bisa dimaklum, rasa sayang melihat hasil kerja cukup lama terbuang percuma begitu saja, tetapi waktu akan terbuang jika solusi tidak ditemukan segera.

Tidak beda dengan seorang dokter yang terkadang harus mengambil langkah drastis mengamputasi salah satu organ pasien demi menyelamatkan nyawanya. Begitupun dalam kasus blog kena hack. Berpikirlah dengan berani dan ambil resiko.

Pada kasus blog PM, saya memutuskan membuang semua file lama dari server dan menggantinya dengan instalasi baru. Memang, dampaknya sudah bisa diduga bahwa pengunjung akan menurun drastis dan banyak hal, seperti memasukkan kembali image satu persatu harus dilakukan ulang. Tetapi, hal itu sangat membantu mempercepat penyelesaian masalah.

Indikasi bahwa blog PM sudah mulai normal adalah screenshot dari Google Webmaster di bawah ini


 Tidak ada error. Yah, tidak ada juga tulisan yang terindex. Tetapi, setidaknya tanda-tanda script yang mengacau sudah tidak lagi ada. Google sudah menganggapnya sebagai normal saja.

Tinggal menunggu agar berbagai tulisan yang ada di blog PM didatangi kembali oleh bots Google. Apakah nanti akan menempati posisi semula atau tidak, bukan juga masalah. Yang terpenting, blog PM tetap hidup dan berfungsi dengan baik.

Persis orang sakit, ia akan membutuhkan waktu untuk kembali normal.

Jadi, berani mengambil resiko itu penting sekali dalam mengatasi masalah seperti ini.

6) Sabar

Selama mengatasi masalah blog kena hack ini, akan selalu timbul rasa marah dan kesal kepada si hacker. Pasti itu. Kerusakan yang terlihat selalu membangkitkan rasa kesal dan geram kepadanya.

Sabarkan diri dan tetaplah berkonsentrasi pada masalah.

Jangan sampai kemarahan itu mengganggu dan justru membuat otak tidak bisa berpikir jernih.

Itulah pelajaran yang bisa diambil dari kasus blog Pojok Menulis kena hack. Rupanya pemecahan masalah, bisa berlaku dalam kasus apapun, kuncinya ada pada diri sendiri. Kemampuan melakukan tindakan dengan benar bukan berasal dari orang lain, tetapi dari dalam diri kita sendiri.

Setidaknya, kasus ini terlihat sudah memiliki titik terang, blognya mulai berjalan kembali, dan semuanya itu selesai dalam waktu beberapa hari saja. Tidak berlarut.

Alhamdulillah, meski belum pulih, blog PM sepertinya akan kembali beroperasi secara normal segera.

O ya satu lagi. Berdoa. Jangan pernah lupakan ini karena seberapapun upaya manusia, hanya DIA yang bisa memberikan jalan. Manusia boleh berusaha TUHAN yang menentukan.

Itu saja sobat Maniak.

Selamat pagi. Have a nice day!

Beranikah Anda Menulis Sesuatu Yang Anti Mainstream dan Menimbulkan Koontroversi?


Banyak blogger tutorial dan internet marketer (tentunya) menyarankan untuk membuat tulisan anti mainstream dan bahkan mengundang kontroversi sebagai cara untuk menarik pengunjung.

Sayangnya, rupanya pepatah "mudah diucapkan sulit dilakukan" lahir bukan karena tanpa alasan. Banyak dari mereka-mereka yang memberi tutorial terkait mainstream tidak melakukannya sendiri. Buktinya tulisan-tulisannya yah sebenarnya hanya pengulangan dari sesuatu yang umum saja.

Coba deh baca tulisan-tulisan tutorial tentang blogging, pasti ada saran untuk "melahirkan" kontroversi atau mengambil sikap yang bertentangan dengan umum. Tetapi, kalau Anda menelusuri tulisan demi tulisan di blog yang sama, sebenarnya tidak ada hal yang disarankan itu.

Semuanya hanya mengikuti arus saja.

Mengapa Jarang Yang Berani Menjadi Golongan Anti Mainstream?


Bisa dimaklum.

Tidak heran.

Mengambil posisi berseberangan, khas anti mainstream, bukanlah tanpa resiko. Segala sesuatu yang menentang "arus umum" akan berhadapan dengan banyak konsekuensi yang kebanyakan tidak menyenangkan.

Sebagai contoh, para aktivis HAM (Hak Asasi Manusia) yang sekarang mempertanyakan pemutaran ulang film G30S PKI. Mereka menghadapi kegeraman banyak orang, mulai dari orang biasa hingga politikus karena kata komunis oleh umum diidentikkan dengan sesuatu yang berbahaya dan kejam. Padahal mereka mungkin hanya sekedar mempertanyakan keabsahan sejarah yang diceritakan film tersebut. Masih banyak pro dan kontra terkait film tersebut.

Masalahnya, bagi masyarakat yang berpikiran secara mainstream, tindakan mereka dianggap sebagai mendukung lahirnya komunis di Indonesia, meski sebenarnya tidak.

Contoh lain terkait dengan anti mainstream adalah kata Komunis sendiri dalam masyarakat Indonesia diasosiasikan dengan kekejaman dan pemberontakan berdarah, serta anti agama. Padahal menurut definisinya tidak selalu demikian. Sayangnya, ketika coba membahas secara ilmiah, masyarakat cenderung menyalahartikan dan memberikan label tidak mengenakkan bagi yang melakukannya.

Contohnya adalah Cina. Negara ini diperintah oleh Partai Komunis Cina, dan negara tersebut termasuk negara yang stabil secara politik dan maju secara ekonomi. Juga, negara ini tidak mengekang agama apapun, Islam, Kristen, Konghucu, Budha, Kristen, ada disana.

Itulah resiko menjadi anti mainstream. Bahkan, terkadang sekedar meluruskan saja sudah bisa membuatnya menghadapi masalah, apalagi coba bertentangan dengan arus umum.

Cap ANAK BANDEL BIN BENGAL adalah konsekuensi terendah bagi seseorang yang menjadi terbiasa menjadi anti mainstream.

Begitupun dalam hal menulis. Menulis sesuatu yang anti mainstream cenderung mengundang yang namanya kontroversi dan jika hal itu terjadi, biasanya berujung pada pro dan kontra yang keras dan berujung ketidakenakkan.

Coba saja bayangkan beberapa jargon yang kerap ditemukan di dunia blogging, seperti "Kalau loading di atas 3 detik, pengunjung akan kabur".

Beranikah Anda menentangnya? Padahal faktanya, Detik.com adalah website yang memiliki loading cukup lamban, tetapi tetap saja website ini buaanyaak sekali pengunjungnya setiap hari.

Anda akan dicap sebagai mbalelo terhadap mbah-mbah blogger yang bergelar mastah. Meskipun sebenarnya, Anda hanya mengatakan sebuah fakta.

Itulah resiko yang harus dihadapi dan diterima oleh kaum anti mainstream. Tidak menyenangkan bukan.

Keuntungan Menulis Sesuatu Yang Anti Mainstream dan Menimbulkan Kontroversi

Manusia itu aneh.

Mereka suka melihat keributan. Pertengkaran, kecelakaan, kerusuhan biasanya akan mengundang perhatian khalayak lebih banyak daripada seminar atau sesuatu yang adem ayem. Sepakbola atau tinju akan mengundang penonton lebih banyak daripada pertandingan catur.

Kontroversi, polemik, perdebatan di media massa akan membuat oplah koran meningkat. Kebakaran, kecelakaan, pembunuhan akan menarik perhatian lebih daripada berita peresmian.

Itulah manusia.

Dari sanalah lahir sebuah anekdot dalam dunia jurnalistik, yaitu "Bad news is Good News" (Berita buruk adalah berita baik). Sebuah berita yang "jelek" justru akan menghasilkan sesuatu yang baik bagi pengusaha koran. Oplah atau penjualan suratkabar mereka akan menaik saat ada sesuatu yang buruk karena masyarakat lebih ingin tahu hal-hal yang seperti ini.

Jadi, keuntungan dari menulis sesuatu yang anti mainstream dan cenderung menimbulkan kontroversi adalah karena hal itu akan mengundang perhatian.

Coba saja tanyakan pada Denny Siregar atau Lambe Turah atau Mak lambe Turah, atau bahkan blog yang sudah almarhum Portal Piyungan. Semua mengandalkan pada kehebohan tulisannya. tetapi, dengan begitu mereka mendapatkan banyak sekali pembaca (baik dari kalangan pendukung atau pencaci).

Kedua pihak akan menjadi terikat dengan sang penulis sendiri dan akan selalu hadir setiap ada tulisan baru (meski tujuannya berbeda). Orang-orang di atas berhasil mempertemukan dua kubu sekaligus dan menikmati hasilnya. Paling tidak mereka menjadi orang terkenal karenanya.

Itulah keuntungannya.

Tidak salah apa yang disarankan para mastah blogger karena menulis secara anti mainstream akan membuat seorang penulis/blogger berbeda dan lebih menonjol dari kebanyakan.

Cuma, ya itu tadi masalahnya. Beranikah Anda melakukan hal tersebut? Ada resiko cacian dan ketidaksukaan yang akan terlontar kepada Anda, selain tentunya pujian dari kaum pendukung dan fans.

Kalau saya? Maniak Menulis dibuat bukan untuk menjadi pengekor para mastah di dunia blogging yang gemar memberikan wejangan, yang terkadang hanya mengikuti wejangan dan wangsit tidak jelas.

Maaf saja. Saya tidak berpandangan menjadi pengekor dan pembebek itu menyenangkan. Bodo amat dengan ketenaran atau uang. Yang penting, saya menulis dengan hati nurani dan harus berani mengatakan apa yang saya pikir benar.

Tidak peduli juga kalau akhirnya dijuluki anti mainstream dan penyebar kontroversi. Selama tidak melanggar hukum dan merugikan orang lain, mengapa harus peduli pada julukan?

E.G.P.

Memata-Matai Blog Pesaing Itu Wajib Hukumnya ! Jika, Uang Adalah Tujuan Anda


Dunia blog adalah dunia yang kompetitif, itu kalau uang dan ketenaran adalah target utama. Jika memang tujuan mendirikan sebuah blog adalah untuk memenuhi pundi-pundi uang, suka tidak suka, mau tidak mau maka dunia blogging harus dianggap sebagai sebuah dunia kompetisi, dunia bisnis, medan perang.

Untuk itu juga berlaku filosofi bisnis dan filosofi perang.

Siapa kuat dia menang. Siapa pintar dan cerdik dia tidak terkalahkan. Survival of the fittest. Filosofi seperti itu haruslah menginspirasi tindakan seorang blogger yang ingin kaya dari blognya.

Salah satu filsuf yang banyak menginspirasi mereka-mereka yang bergelut di dunia bisnis dan kemiliteran adalah Sun Tzu.

Filsuf yang merupakan penasehat militer beberapa abad lalu di Cina menelurkan berbagai filosofi yang bahkan hingga masa sekarang masih sangat relevan. Ratusan buku, baik tentang kemiliteran dan bisnis terbit hanya berdasarkan sebagian dari filosofi yang ditulisnya.

Salah satu filosofi cetusannya yang paling menginspirasi banyak orang adalah "KENALI DIRIMU, KENALI LAWANMU, DAN KAMU TIDAK AKAN TERKALAHKAN DALAM SERIBU PERTEMPURAN".

Singkatnya begitulah inti dari filosofi si Sun Tzu.

Seseorang harus mengenali diri dan musuhnya jika ingin menang dalam pertempuran. Kalau tidak, jangan harap. Kekalahan sudah pasti akan datang.

Sangat betul. Cobalah bayangkan jika Anda mengajak bertarung seorang petinju atau ahli bela diri, padahal Anda tidak tahu fakta itu. Yang ada adalah Anda akan babak belur dan benjut sana benjut sini karena gagal memahami kemampuan diri dan lawan.

Itulah mengapa banyak orang, perusahaan, negara melakukan yang namanya kegiatan mata-mata. Tujuannya untuk mengumpulkan data dan informasi terkait dengan "kekuatan lawan". Dengan mengetahui informasi seperti ini, tentunya ia bisa membuat strategi untuk mengalahkan lawannya.

Perlukah Blogger Memata-matai Blogger Lainnya?

Sekali lagi, JIKA memang uang dan ketenaran adalah tujuan utamanya, maka jawabannya adalah YA.

Blogger dengan tujuan ini harus memahami

  • Siapa pesaingnya
  • Apa kelebihan lawannya
  • Apa kekurangan lawannya
  • Apa teknik yang dipergunakannya
Semua itu untuk memastikan bahwa blog miliknya akan selalu ada selangkah di depan pesaingnya. Jika ukurannya posisi di SERP (Search Engine Result Page), maka ia harus selalu berada di peringkat satu dan tidak boleh berada di bawahnya.

Dengan begitu blognya akan memiliki keunggulan merebut hati pembaca.

Memata-matai blog pesaing tentunya akan memberinya keuntungan. Jika si pesaing mengeluarkan artikel baru tentang "cara menghasilkan uang dalam 1 minggu", ia harus membuat tulisan sejenis berjudul "cara menghasilkan uang dalam 3 hari".

Hal tersebut tidak akan bisa dilakukan kalau ia tidak pernah melihat, berkunjung, dan memata-matai blog pesaingnya. Ia akan tertinggal jauh kalau tidak segera menyadari langkah dan strategi yang diterapkan pesaingnya.

Kalau tertinggal jauh, pembaca bisa saja segera condong dan beralih kepada blog pesaingnya. Sulit merebutnya kembali kalau hal itu terjadi.

Untuk itulah, seorang blogger pemburu uang harus selalu siap siaga untuk menangkap perkembangan terbaru di pesaing-pesaingnya.

Caranya ya dengan memata-matai tadi.

Banyak yang memperhalus dengan mencari inspirasi atau ide atau belajar, tetapi pada dasarnya itu adalah sebuah teknik memata-matai pesaing. Beda dengan seorang blogger yang menulis tentang yang berkunjung ke blog tentang mobil, barulah disebut belajar atau mencari inspirasi. Kalau seorang blogger membahas tentang cara berkunjung ke blog lain yang membahas tentang tema yang sama, yaitu menghasilkan uang, ya namanya memata-matai.

Diperhalus gimanapun, ya intinya mencari apa yang baru, apa yang ngetren di blog tersebut untuk kemudian diterapkan di blognya sendiri.

Jadi, sekali lagi jika blog dianggap sebagai ladang penghasil uang, berlakulah sebagai seorang pebisnis, dan jangan ragu untuk memata-matai pesaing Anda.

Halal dan sah kok. Selama Anda tidak melakukan copy-paste, ya normal. Apalagi ada bahasa yang diperhalus seperti re-write atau mencari ide dan inspirasi.

Jadi, mulailah memata-matai blog orang lain. Tentunya, jika Anda mau.

:D



[Jangan Ditiru Jika Anda Pecinta SEO] Judul Asing Isi Lokal

Sebuah website/blog yang menarik. Bukan hanya isinya, juga bukan karena pemiliknya seorang mantan reporter di sebuah televisi swasta sebelum beralih menjadi blogger, tetapi ada sebuah karakter unik dari blog ini. Karakter itu adalah "judul asing isi lokal".

Life is an Absurd Journey (http:marischkaprudence.blogspot.com). Itu nama blognya. Pemiliknya adalah Marischka Prudence, seorang yang dulu kerap melakukan reportase bagi Metro TV sebelum beralih profesi menjadi travel blogger.

Blognya menarik karena berisi berbagai tulisan tentang perjalanannya ke berbagai pelosok dunia dan tempat-tempat indah yang pasti mengundang Anda bermimpi untuk berwisata kesana.


Tetapi, yang jelas akan membuat para blogger tutorial tentang blogging mengerenyitkan dahi adalah caranya menyajikan tulisan itu. Sudah pasti para maniak SEO langsung akan memvonis kalau blog itu akan sulit kedatangan pengunjung dan kemudian menjadi kuburan sepi.

Padahal kenyataannya tidak demikian. Blog tersebut termasuk salah satu yang punya nama dalam dunia travel blogging. Menurut counternya saja, laman-laman yang ada di blog itu sudah dibuka lebih dari 3 juta kali. Angka yang tentunya bahkan membuat sebagian pakar SEO kaget bukan kepalang. Bagaimana sebuah blog yang tanpa SEO bisa menjadi tenar?

Blog itu sendiri memang unik, bahkan bagi saya, seorang blogger yang tidak menyukai SEO meski paham.

  • Judulnya berbahasa Inggris
  • Isinya berbahasa Indonesia
Tulisannya. Kadang panjang. Kadang pendek. Kadang isi satu artikel cuma satu foto. Kadang hanya satu video saja.


Judul berbahasa asing dan isi berbahasa Indonesia, tentunya, sangat tidak memenuhi kaidah SEO sama sekali. Coba saja bayangkan beberapa hal di bawah ini :

1. Yang mana kata kuncinya (keywords) ? Tidak mungkin kata kunci berbahasa Inggris diletakkan dalam isi yang berbahasa Indonesia.
2. Judulnya tentu akan mengundang orang dari luar negeri (asing) yang bisa berbicara berbahasa Inggris, tetapi mereka tentunya akan heran kalau mereka tidak mengerti isinya
3. Sebaliknya, orang Indonesia yang tidak berbahasa Inggris tentu tidak akan mengerti bahwa artikel disana membahas tentang apa hanya dengan membaca judul. Padahal judul adalah bagian paling penting dalam menarik pembaca

Iya kan?

Semua teori SEO seperti dilabrak, ditabrak, diterabas oleh si Marischka ini.

Dan, blognya tidak menjadi sebuah kuburan sepi tanpa pengunjung. Angka tersebut sangat termasuk lumayan besar dan tentunya hal tersebut memberi hasil bagi sang travel blogger sendiri. Buktinya namanya sebagai seorang travel blogger cukup kondang di dunia penggemar wisata. Bahkan Detik pun pernah membuat ulasan tentang dirinya begitu juga dengan blog kesayangan para blogger Maxmanroe.com juga sudah membuatkan tulisan tentangnya.

(Tapi, jangan tanyakan pada para blogger tutorial dan internet marketer yah, bisa jadi mereka tidak pernah tahu ada blog yang seperti ini)


Apakah semua ini karena "judul asing isi lokal" tadi?


Bisa jadi.

Kenyataannya dunia travel blogger adalah dunia yang berbeda dibandingkan dunia para blogger tutorial dan umum. GAYA itu penting dibandingkan panjang tulisan dan penempatan kata kunci.

Judul berbahasa asing akan memberikan sebuah daya pikat tersendiri. Tidak beda dengan nama-nama asing yang dijadikan merek atau nama tempat hiburan, judul bahasa asing dalam tulisannya akan menggerakkan mereka-mereka yang menyukai gaya seperti ini.

Coba saja jika Anda hendak makan steak, apakah Anda akan masuk ke RM "Warung Saya" atau ke "Steak and Barbeque Restaurant". Meskipun keduanya menawarkan menu yang sama sekalipun, orang akan lebih condong masuk ke nama yang kedua.

Mengapa karena dari sanalah steak dan barbeque berasal dan bukan berasal dari Indonesia.

Judul asing akan menarik minat mereka-mereka yang ingin ke luar negeri dimana penggunaan bahasa asing, paling tidak Inggris akan sangat diperlukan. Sesuatu yang sesuai dan menyentuh sisi "minat" dari kalangan seperti ini.

Sedangkan isi artikel yang berbau lokal, alias berbahasa Indonesia, memang lemah secara SEO. Hanya, disitulah letak kecerdikan sang blogger. Ia sepertinya sadar bahwa orang Indonesia banyak yang memiliki keterbatasan dalam berbahasa.

Sudah pasti sebagai mantan reporter Marischka Prudence mampu menulis dalam bahasa Inggris sama baiknya. Tetapi, jika ia lakukan, maka pangsa pasar pembacanya menjadi terbatas sekali. Banyak orang yang ingin melancong ke negara di seberang lautan akan membatalkan untuk membaca blognya karena keterbatasan kemampuan berbahasa Inggrisnya.

Cerdik.

Ditunjang dengan profesi sebelumnya sebagai seorang reporter yang tentunya cukup dikenal banyak orang membuat blognya menjadi salah satu yang cukup terkenal di dunia travel blogger.

Banyak travel blogger yang meniru gaya seperti ini. Judul asing isi lokal.

Silakan tiru jika Anda memang berminat menjadi travel blogger. Sayangnya, kalau Anda juga pecinta SEO, rasanya gaya penulisan seperti ini akan membuat Anda pusing tujuh keliling untuk menempatkan kata kuncinya.

Jadi saran saya JANGAN kalau Anda begitu mencintai SEO. Bisa bikin waktu habis hanya untuk memikirkan teknik SEO-nya.

Beberapa Kerusakan Yang Diakibatkan Oleh Ulah Hacker di Pojok Menulis

Masih tentang ulah hacker di Pojok Menulis, blog Wordpress Self-Hosted kepunyaan saya. Mungkin informasi ini bisa memberikan gambaran, dan siapa tahu bisa memberikan pelajaran kepada sesama blogger pengguna Wordpress Self Hosted tentang dampak kerusakan yang disebabkan oleh hacker di blog tersebut.

(Silakan lihat tulisan sebelumnya : Blogku Kena Hack)

Pertama : Judul Artikel Berubah Menjadi Bahasa Jepang

Beberapa rekan mengatakan bahwa mereka tetap masuk ke Pojok Menulis meski mengklik tulisan berbahasa Jepang.

Yap, memang betul.

Kode script yang disisipkan ke dalam blog itu memang merubah judul banyak artikel bahasa Indonesia ke dalam bahasa Jepang. URL-nya masih tetap bahasa Indonesia.

Kedua : Direktori dan URL Palsu

Jangan salah. Bukan hanya merubah judul artikel, tetapi script tersebut juga membuat sendiri direktori palsu dan menelurkan ribuan URL berbahasa Jepang yang sebelumnya tidak ada.

Ribuan. Betul sekali.

Dan semua terindeks oleh Google.

Padahal url-url ini tidak ada dan bila diklik akan mengarahkan pembaca menuju halaman 404 alias "missing page" alias broken link.

Itulah mengapa saya mendapatkan surat peringatan dari Google mengenai peningkatan drastis hal seperti ini.


Ketiga : Hilangnya Artikel-Artikel Asli dari Google Index

Ratusan tulisan di Pojok Menulis biasa nangkring di halaman pertama SERP dan dari sana pengunjung masuk.

Setelah disisipi script si hacker, bots Google tidak lagi membaca sitemap aslinya. Ia diarahkan membaca sitemap buatan si hacker dan menelusuri sitemap tersebut.

Alhasil, semua tulisan asli di Pojok Menulis menghilang dan digantikan oleh url dari sitemap palsu.

Tiga hal ini membuat Pojok Menulis seperti dihancurkan dengan memblokir semua akses kesana karena Pojok Menulis seperti disarungi sehingga tidak kelihatan oleh dunia luar.

Google sendiri seperti ditipu dan diarahkan ke tempat lain. Dan tentunya, Google tidak peduli tentang masalah hack. Kesalahan akan ditimpakan kepada Pojok Menulis dan hukuman pun akan diberikan kepada blog ini.

Jadi, kawan, nah itulah dampak kerusakan akibat ulah si hacker terhadap Pojok Menulis. Bisa dikata blog itu hampir lumpuh total dan terpaksa dimasukkan ke dalam Rumah Sakit sementara waktu ini. Masih hidup tetapi belum bisa beroperasi normal.

Kalau ternyata bisa hidup normal lagi, dan tentunya saya akan memastikan hal itu terjadi, saya akan buatkan tulisan terpisah agar jika ada yang mengalami masalah yang sama, bisa dipergunakan untuk mengatasinya.

Salam