Bagian Tersulit Menulis Artikel Berita : Memastikan Kebenarannya

Bagian Tersulit Menulis Artikel Berita : Memastikan Kebenarannya

Salah satu jenis artikel yang banyak dicari orang adalah artikel berita. Setiap orang di seluruh dunia setiap harinya ingin menemukan informasi terbaru tentang apa yang ada di sekelilingnya atau dunia. Oleh karena itulah, media massa atau media online selalu kebanjiran pembaca setiap harinya.

Peluang yang ditangkap oleh banyak orang. Kemudahan membuat website atau blog membuat banyak orang sekarang bisa membuat berita. Tidak heran banyak sekali blog yang dibuat dan disetting supaya menyerupai media massa online resmi.

Banyak blogger berharap bahwa penampilan website yang mirip media online dapat mengundang pengunjung datang ke website yang mereka kelola.

Pemikiran yang sempat juga hadir di kepala saya pada saat memulai Lovely Bogor. Pada saat itu, ada kebimbangan gaya menulis apa yang harus diterapkan. Apakah bergaya seperti berita? Ataukah benar-benar gaya informal seorang blogger.

Hasilnya, saya memilih gabungan keduanya.

Alasan utamanya adalah setelah sempat beberapa lama menggunakan gaya informatif khas tulisan jurnalis, saya menemukan satu hambatan besar, yaitu kesulitan untuk memastikan "kebenaran" beritanya.

Melakukan wawancara memang kerap saya lakukan. Begitu juga pengambilan foto, yang memang dilakukan sendiri. Tetapi, seringkali keraguan di hati timbul tentang apakah "berita" yang ditulis memang benar-benar sebuah informasi yang sahih dan bisa dipertanggungjawabkan.

Berat rasanya.

Kesadaran akan informasi yang disampaikan bisa saja belum tentu benar dan kalau salah bisa menyesatkan orang lain Apalagi pengetahuan tentang teknik dan kode etik jurnalistik yang terbatas, kerap menyulitkan untuk membuat sebuah tulisan yang berimbang.

Hal itu menyadarkan saya bahwa tidak akan mungkin, seorang blogger bisa bertindak dan meniru sepenuhnya apa yang dilakukan oleh media massa resmi. Mereka memiliki sumber daya, seperti waktu, tenaga yang tidak akan bisa dicover oleh hanya seorang blogger. Ditambah dengan dengan pengalaman dan pengetahuan yang terbatas dalam bidang jurnalistik.

Sulit kalau tidak bisa dikatakan impossible alias tidak mungkin.

Padahal, hal seperti itu diperlukan untuk memastikan kebenaran sebuah informasi perlu dilakukan sebelum sebuah tulisan terbit. Cek dan re-cek, serta konfirmasi harus dilakukan sebelum bahkan sebuah artikel berita tayang.

Dan, saya sebagai blogger tidak memiliki kemampuan seperti itu.

Itulah mengapa pada akhirnya saya memilih menggabungkan kedua gaya. Tetap informatif, tetapi tidak 100% bersifat berita, akan ada selalu unsur personal di dalamnya, seperti penggunaan kata saya, kita, kami, Anda, dan sebagainya.

Kata-kata itu diharapkan membantu menyadarkan pembaca bahwa yang mereka baca bukanlah sebuah artikel berita yang diterbitkan oleh media resmi. Mereka harus sadar bahwa tulisan yang ada di blog-blog yang saya kelola adalah sebuah pandangan, pengalaman, pemikiran pribadi yang sifatnya bersifat subyektif.

Hal tersebut efektif ternyata. Blog Lovely Bogor memang memiliki tampilan yang mirip media massa online dan ternyata beberapa pembaca sempat mengira bahwa blog itu adalah sebuah media online resmi. Tetapi, kemudian mereka menyadari bahwa blog tersebut tetaplah sebuah blog dan bukan media resmi.

Memang, saya menyadari bahwa banyak blogger yang membuat media berita versi mereka sendiri. Tidak masalah, semua orang memiliki hak memilih jalan masing-masing. Tetapi, saya memilih tetap menjadi blogger saja karena menyadari ketidakmampuan saya memastikan kebenaran dan kesahihan berita yang tayang di blog-blog saya.

Terlalu berat untuk ditanggung seorang blogger. Jadi, biarlah saya tetap menjadi blogger saja.

Ngeblog Memperpanjang Usia ... Eeeh Keberadaanmu di Dunia : Cumi Lebay

Ngeblog Memperpanjang Usia ... Eeeh Keberadaanmu di Dunia : Cumi Lebay

Bukan sulap. Bukan sihir. Bukan sebuah kebohongan karena buktinya memang ada. Ngeblog memperpanjang keberadaanmu di dunia. Bukan memperpanjang usia karena umur adalah hak prerogatif Allah SWT dan tidak bisa diganggu gugat.

Tetapi, kegiatan yang sering dianggap iseng, memang bisa membuat seseorang "berada" lebih lama di dunia nan fana ini. Buktinya bisa dilihat di Cumi Lebay (cumilebay.com).

Blog bertema traveling ini sudah tidak lagi memiliki pemilik. Blogger di belakangnya, yaitu seorang arek-arek Gresik Moechamad Adi Mariyanto sudah dimakamkan pada tanggal 4 Maret 2017 yang lalu.

Ya, empunya blog yang unik karena hurufnya berwarna-warni ini sudah dipanggil oleh Yang Maha Kuasa karena sakit. Kepergiannya cukup menghebohkan kalangan blogger traveler karena Cumi Lebay merupakan salah satu blog yang cukup menarik untuk dibaca (walau terkadang susah dan sakit mata baca huruf yang berbeda-beda warna).

Tentunya, blog yang namanya lucu ini sudah tidak lagi diisi artikel baru, tetapi kalau melihat statistik pengunjungnya blog ini tetap dikunjungi cukup banyak orang. Bahkan, kalau melihat peringkat Alexa-nya, blog ini cukup stabil.

Ngeblog Memperpanjang Usia ... Eeeh Keberadaanmu di Dunia : Cumi Lebay
Orangnya memang sudah tiada, tetapi keberadaannya di dunia masih bisa dirasakan oleh banyak orang. Tulisan-tulisannya masih memberikan banyak informasi bagi mereka yang hendak melakukan traveling.

Semoga saja hal itu menjadi amal baik bagi sang blogger karena tentunya apa yang ditulisnya sudah membantu banyak orang.

Nah, itulah bukti kecil bahwa ngeblog bisa memperpanjang keberadaan seseorang di dunia.

Iya kan?

Kehabisan Ide ? Cari Kerumunan Orang

Kehabisan Ide ? Cari Kerumunan Orang

Kehabisan ide, sebuah kondisi yang sangat tidak disukai oleh para blogger. Kondisi ini bisa membuat seorang blogger mutung bin manyun seharian. Komputer atau gadget tempat menulis pun nganggur tak berguna karena tidak ada jari yang menari diatasnya.

Tidak ada blogger yang ingin berada dalam situasi yang demikian. Blog miliknya bisa menjadi stagnan tanpa asupan artikel yang baru dan fresh.

Itulah alasan mengapa banyak sekali tutorial cara mengatasi situasi seperti itu. Tujuannya tentu untuk membantu para blogger supaya jangan sampai mentok, kehabisan ide.

Rasanya tentu sudah cukup banyak saran dan berbagai tips untuk menghadapinya. Saya hanya ingin menambahkan satu tips saja yang mungkin bisa membantu para rekan sesama blogger jika menghadapi situasi yang demikian.

Hanya satu saja.

Saran saya hanyalah "Ambil smartphone atau kamera apapun, dan kemudian cari kerumunan orang!"

Inti dasar dari saran ini hanyalah berdasarkan pemikiran bahwa setiap orang pasti punya cerita masing-masing. Dan, semakin banyak orang dalam kerumunan, maka akan semakin banyak cerita yang bisa digali dan kemudian diceritakan ulang dalam bentuk tulisan.

Itulah mengapa saya suka untuk pergi berkunjung ke ajang Car Free Day di kota dimana saya tinggal, Bogor. Setiap minggunya ribuan orang dengan tingkah polah masing-masing datang kesana. Ada yang sekedar berjalan-jalan, ada yang ingin mengais rejeki, dan ada yang berniat untuk bermesraan.

Banyak cerita disana.

Belum lagi ditambah dengan kehadiran para pedagang makanan dan barang lainnya.

Semua itu menjadi sebuah sumber ide yang tidak akan pernah habis digali dan dijadikan bahan tulisan. Terutama, jika blog yang dikelola adalah blog gado-gado atau blog umum, ide yang bisa didapat dari berada di tempat dimana ribuan orang hadir bisa sangat banyak.

Nah, dengan kamera smartphone yang dibawa, rekam saja berbagai tingkah polah orang-orang tersebut. Tidak perlu terlalu banyak berpikir, rekam saja dulu sambil coba merekam hal-hal yang dianggap menarik.

Setelah itu, barulah di rumah ingat kembali foto itu tentang "apa, mengapa, dimana, dan bagaimana". Tuangkan kemudian dalam tulisan.

Semakin banyak foto yang diambil akan semakin baik. Dengan begitu, semakin banyak pula ide untuk dijadikan bahan tulisan. Kalau takut kehabisan ide, sebagian bisa disimpan untuk bahan tulisan di kemudian hari.

Hampir bisa dikata sebuah foto tidak ada basi-nya dan bisa dipergunakan kapan saja. Apalagi, sebuah foto bisa dilihat dari berbagai sudut pandang yang berarti sumber ide akan semakin banyak lagi. Bisa juga dipergunakan sebagai ilustrasi dalam tulisan-tulisan lain yang berkaitan.


Memang, tentunya tidak semua blogger bisa memanfaatkan tips ini. Tips ini hanya bisa dipergunakan bagi para blogger yang mengelola blog gado-gado, travel, berita, atau kuliner. Blogger tutorial tentang blogging atau yang membahas tentang internet akan sulit menemukan sesuatu.

Hanya, tidak ada salahnya juga kalau dilakukan. Toh sekali waktu blogger pun perlu rehat dan relax juga. Keluar dari rumah dan meninggalkan komputer untuk sesaat bisa juga membantu menyegarkan pikiran.

Menarik lo berada di tengah kerumunan orang banyak. Terkadang banyak tingkah lucu, walau banyak juga yang menyebalkan melintas di depan mata.

Silakan coba sendiri.

Semakin Dijalani Semakin Terasa Ringan

Semakin Dijalani Semakin Terasa Ringan

Banyak blogger yang mengatakan ngeblog itu berat. Anda pun mungkin merasakan seperti itu. Mungkin ya, tidak memastikan.

Jujur saja, saya pun "PERNAH" merasakan kegiatan blogging itu berat, tetapi itu "DULU". Makanya, kata PERNAH dan DULU diberi huruf besar karena hal itu tidak lagi saya rasakan. Sekarang buat saya ngeblog itu sangat ringan, dan terasa menyenangkan.

Kok bisa demikian? Adakah trik khusus supaya ngeblog terasa ringan?

Yah, sebenarnya tidak ada trik atau tips khusus yang perlu dilakukan. Tidak perlu juga berguru dan mengikuti kursus supaya blogging tidak menjadi beban. Justru kalau ikut kursus, menurut saya ngeblog malah tidak akan terasa ringan dan justru menjadi berat.

Yang diperlukan hanyalah sedikit memanage diri sendiri, seperti :

1. Awal selalu berat, tetapi paksakan untuk terus menulis

Dalam kegiatan apapun, bagian awal adalah bagian terberat. Pada saat itu, pengetahuan dan pengalaman kita masih pada level minim.

Jadi, bisa dipastikan bahwa akan ada proses belajar. Akan banyak sekali kesalahan. Akan ada banyak sekali hal-hal menyebalkan yang hadir.

Tetapi, perlahan tetapi pasti, seiring dengan pengetahuan yang bertambah, maka kita akan mampu mengeliminasi kesalahan-kesalahan yang kita lakukan, dan kita semakin pandai.

Ini adalah bagian dari siklus kehidupan manusia dalam bidang apapun. Jadi, hal itu harus diterima dan ditempuh.

Bila Anda seseorang yang baru terjun ke dunia blogging, terimalah fakta ini. Teruskan dan paksakan untuk menulis, seberapapun beratnya. Jangan pernah berhenti karena kalau berhenti, maka ngeblog akan selalu jadi berat. Pada saat yang bersamaan, belajarlah sedikit demi sedikit.

2. Memanage Keinginan dan menyesuaikan dengan kemampuan

Saya ingin seperti Linda Ikeji! Yah, kisah-kisah seperti ini memang seperti pisau bermata dua. Di satu sisi akan membangkitkan semangat untuk bisa menghasilkan yang sama, tetapi di sisi lain juga memberikan "beban" tersendiri.

Kisah-kisah seperti ini melahirkan yang namanya KEINGINAN, CITA-CITA, atau apalah namanya.

Fakta juga bahwa manusia akan memiliki hal itu. Tetapi, acapkali kita bermimpi terlalu indah dan berharap terlalu tinggi yang seringkali tidak sesuai dengan kemampuan diri sendiri.

Linda Ikeji memiliki banyak hal yang sudah ia punya sebelum terjun ke dunia blogger. Sedangkan, banyak dari kita tidak memiliki hal itu. Jadi, bermimpi menjadi seperti dirinya adalah sebuah kesalahan karena kita menempatkan cita-cita yang tidak sesuai dengan kemampuan diri.

Itulah mengapa, pada akhirnya saya berhenti membaca kisah-kisah seperti itu. Saya mencegah diri untuk bermimpi terlalu besar dan tidak sesuai dengan kemampuan. Saya coba meredam keinginan apapun dari blogging dan memfokuskan diri pada menikmati proses dibandingkan mengejar hasil.

3. Menyadari bahwa ngeblog adalah perjalanan panjang

Sebuah kenyataan. Kebanyakan blogger sukses adalah mereka yang sudah terjun di dunia ini lebih dari 5 tahun dan mereka konsisten.

Hanya, kebanyakan para internet marketer dan para blogger tutorial tentang blogging, entah demi alasan apa, lalai dalam menyebutkan fakta ini. Tidak ada blogger sukses yang bisa berhasil dalam 1-2 tahun. Mereka butuh waktu yang lumayan lama.

Pelajaran ini saya temukan setelah bermain ke berbagai blog dan menyadari bahwa ada "penyesatan" yang disengaja oleh kalangan tertentu, demi menaikkan omset blog mereka.

Jadi, saya ubah ulang strategi ngeblog saya. Tidak ada lagi target jangka pendek, kecuali dalam jumlah produksi artikel saja. Selebihnya adalah target jangka panjang, yang saking panjangnya bisa disebut tanpa target khusus.

Dengan melakukan ini, saya berhasil mengurangi KEINGINAN untuk sukses dan bisa lebih menikmati proses menulisnya. Terasa sekali lebih lega dan ringannya.

4. Masa depan tidak ada yang bisa memastikan

Yah, kenyataan juga kan? Siapa yang bisa tahu apa yang akan terjadi sejam, sehari atau seminggu ke depan?

Tidak ada.

Bisa jadi, kita sudah mati saat itu. Iya ndak?

Jadi, mengapa saya harus berpikir terlalu jauh dengan membuat target ini dan itu yang memberatkan pikiran?

5. Tidak mengikuti cara orang lain

Saya tidak lagi bingung tentang mana jalan yang terbaik yang harus dilakukan dalam ngeblog. Padahal, dulu, saat memulai, saya kerap bingung mana pendapat dan cara yang harus diikuti saat ngeblog.

Setelah beberapa lama, saya akhirnya menyadari bahwa banyak tulisan-tulisan yang menjanjikan kesuksesan itu lahir dari tangan orang yang juga belum mengecap sukses. Mereka juga sedang berusaha menggapai ke arah sana.

Jadi, kenapa saya harus belajar dari mereka? Mengapa saya tidak melakukan dengan cara saya sendiri? Sama-sama belum tentu berhasil, tetapi setidaknya dengan mengikuti dan melakukannya dengan cara sendiri, saya sudah bisa menikmati prosesnya.

Saya sudah mendapatkan hasil.

6. Saya semakin terbiasa menulis

Tidak terasa, kemampuan saya menulis pun berkembang seiring dengan waktu. Jika dulu rasanya susah menemukan ide, sekarang ide terlalu banyak untuk bisa ditulis sekaligus. Kalau dulu bingung bagaimana memulai sebuah tulisan, saat ini, darimanapun memulai sebuah tulisan bukanlah sebuah masalah.

Pemakaian kata-kata pun semakin bisa bervariasi. Tidak lagi monoton.

Soal gaya penulisan? Tidak masalah juga. Sekarang, kalau saya mau tutorial, maka saya pakai "topeng" guru dan menjelaskan secara rinci. Tetapi, saat saya harus menulis soal keindahan alam, maka gaya penulisan ala travel blogger pun bisa dilakukan tanpa masalah.

Dan, saya yakin, jika saya terus menulis seperti ini, maka di masa depan, ngeblog akan lebih terasa ringan lagi dibandingkan saat tulisan ini dibuat.

Jadi, saran saya, persis seperti kata Enda Nasution, si Bapak Blogger Indonesia, paksakan menulis. Jangan berhenti.

Berat pada awalnya, tetapi percayalah, ada waktunya dimana kegiatan itu terasa sangat ringan dan menyenangkan.







Foto News - Trik Memastikan Blog Tetap Update

Foto News - Trik Memastikan Blog Tetap Update

Bingung update blog karena kehabisan ide? Sebenarnya tidak perlu terjadi kalau kita tidak terlalu terbebani dengan berbagai keinginan untuk terlihat hebat dan profesional. Tiru saja cara Detik.com .

Ada satu rubrik yang berjudul FOTO NEWS di media online itu. Isinya sederhana saja, yaitu berupa foto dengan penjelasan satu atau dua baris tentang foto tersebut. Terkadang bahkan satu atau dua baris untuk beberapa foto yang dibuat terpisah.

Sebuah trik yang bagus sekali karena dengan sebuah foto saja sudah bisa memastikan blog akan selalu fresh dan update dengan hal yang baru.

Memang, ada kelemahannya dari segi mesin pencari dan sulit bersaing karena jumlah kata yang kurang. Tetapi, kenyataannya update blog itu tidak perlu selalu berpikir tentang mencari kemenangan di Search Engine. Terkadang, yang terpenting adalah memastikan ada "sesuatu yang baru" hadir untuk dilihat pembaca.

Apalagi kalau memakai hosting blogger/blogspot yang hampir tidak terbatas itu. Foto bisa menjadi sesuatu yang berharga untuk memastikan blog tetap update.

Iya kan?

Pena Lebih Tajam Dari Pedang : Para Blogger Pun Harus Selalu Ingat Yang Satu Ini

Pena Lebih Tajam Dari Pedang : Para Blogger Pun Harus Selalu Ingat Yang Satu Ini

Pena lebih tajam dari pedang

Begitulah sebuah pepatah/peribahasa lama yang ada di dalam khasanah bahasa Indonesia.

Sebuah pepatah yang kerap dijadikan bahan guyonan dan candaan karena terdengar seperti tidak masuk akal. Bagaimana bisa sebuah "pena" (pulpen/ballpoint) bisa menyamai ketajaman sebuah pedang?

Ujungnya bisa sama-sama runcing, tetapi, secara fisik tentunya, pedang akan selalu lebih tajam dalam berbagai hal dibandingkan pena. Pedang memang ditujukan untuk mengiris, memotong, menusuk sesuatu dan bahkan lebih spesifik lagi ditujukan untuk membunuh. Berbeda dengan pena, yang fungsi utamanya adalah untuk mengalirkan tinta ke ujung dan kemudian menorehkan simbol-simbol yang disebut huruf di atas kertas.

Jadi, pepatah ini tidak heran kerap dijadikan bahan guyonan, secara fisik.

Meskipun demikian, sejarah perjalanan manusia mencatat bahwa banyak orang melakukan tindakan-tindakan yang menunjukkan ketakutan terhadap "pena" lebih dibandingkan "pedang".

Sebagai contoh : Orde Baru yang membreidel berbagai jenis majalah saat berkuasa selama 32 tahun. Salah satu korbannya adalah majalah TEMPO yang sampai dua kali diberangus

Padahal, TEMPO bukanlah pemegang "PEDANG". Nama ini adalah nama sebuah majalah , TEMPO adalah pemegang "PENA".

Majalah ini, saat itu, terkenal dengan keberaniannya untuk "berbeda" dan "berseberangan" dengan pemerintah di masanya. Tempo kerap melakukan investigasi mendalam terhadap sebuah kasus umum dan kemudian memaparkannya kepada publik.

Dan, hal itu membuat "takut" penguasa di masa itu.

Bukan hanya Orde Baru saja, Orde Lama di bawah Soekarno pun melakukan usaha pemberangusan terhadap para pemegang "Pena". Banyak negara, terutama di negara berkembang juga berbuat hal serupa. Negara tertutup, seperti Cina/Tiongkok, apalagi. Kebebasan para pemegang "pena" sangat dibatasi disana.

Mengapa demikian? Mengapa para penguasa begitu takut pada para "Pena-ers" (pakai gaya anak zaman now)? Bukankah pena tidak seberbahaya pedang yang bisa langsung membunuh?

Jawabnya :

Pena, menulis, memang tidak akan secara langsung membuat seseorang luka atau kehilangan nyawa. Berbeda dengan pedang yang bisa seketika membuat seseorang atau beberapa orang mati. Tidak, kecuali seperti yang di film-film eksyen dimana pena dijadikan alat pembunuh, pena teramat sangat jarang membuat orang kehilangan nyawa secara langsung.

TETAPI....

"PENA" bisa menginspirasi banyak orang. Pena bisa menterjemahkan berbagai pemikiran yang ada di kepala manusia. Pena bisa menggerakkan hati ribuan dan bahkan jutaan orang untuk melakukan sesuatu. Pena bisa menanamkan pemikiran, ide di dalam banyak orang.

Apa yang dihasilkan sebuah "pena" bisa berubah wujud menjadi sebuah letusan dahsyat dalam bentuk "revolusi", penentangan, perlawanan. 

Pena bisa membuat ribuan bahkan jutaan orang kehilangan nyawanya. Bukan satu atau dua saja tetapi bisa beribu kali lipat daripada yang bisa dihilangkan oleh sebuah pedang. Sebuah buku karya Adolf Hitler, Mein Kampf, mengilhami banyak orang Jerman dan mengakibatkan holocaust pada bangsa Yahudi selama Perang Dunia II.

Itulah salah satu contoh konkrit dala sejarah dimana "pena lebih tajam dari pedang".

Berbahaya.

Itulah juga sebuah alasan yang sangat kuat, dan seharusnya menjadi patokan seorang blogger saat menulis artikel di dalam blognya.

Pena bisa dipergunakan untuk mewujudkan "kebaikan"atau "keburukan".

Seorang penulis/blogger bisa memanfaatkan "pena" yang dimilikinya untuk membuat tulisan yang bisa membantu orang lain memecahkan masalah. Sayangnya, pena yang sama juga bisa dipakai menghancurkan hidup seseorang atau banyak orang juga.

Sebuah tulisan yang mengumbar aib (yang belum tentu benar) dari seseorang, bisa berakibat buruk pada kehidupan orang tersebut. Ia bisa kehilangan pekerjaan dan hartanya dan bahkan kehilangan segalanya karena masyarakat tidak lagi percaya kepada dirinya. Boss-nya bisa menganggapnya melanggar peraturan perusahaan dan memecatnya.

Apalagi di zaman now, dimana kecepatan jempol untuk menekan tombol share lebih cepat dibandingkan otak mencerna dan berpikir, bahaya tajamnya pena pun semakin terlihat.

Sesuatu yang seharusnya menjadi pemikiran blogger saat menulis sesuatu. Ia juga harus mempertimbangkan apa efek dari tulisannya kepada orang lain. Betul, kebebasan berpendapat dijamin oleh Konstitusi, tetapi, tetap saja ada batasannya.

Tidak boleh kebebasan berpendapat itu sendiri dipakai untuk menyakiti atau melukai orang lain. Pena tidak selayaknya dipergunakan untuk menciptakan kehancuran dan kerusakan.

Pena diciptakan agar orang bisa merekam, mencatat, berbagi pengetahuan kepada yang lainnya. Bukan untuk membunuh dan menghancurkan.

Oleh karena itulah, kesadaran tentang hal seperti ini harus ada di dalam benak seorang blogger pada saat membuat tulisan. Ia harus bisa memastikan "ketajaman pena" tidak melukai orang lain.

Pendekatan Yang Berbeda Dalam Menjaring Pembaca ; Tidak Perlu Diperdebatkan

Menjala Pembaca Dengan Memperbanyak Jumlah Artikel

Sebuah hal klasik yang akan selalu hangat diperbincangkan dan diperdebatkan di dunia blogging dan internet marketer adalah "Mana yang lebih baik antara mengoptimasi tulisan dengan teknik SEO atau sekedar memperbanyak jumlah artikel?"

Tidak perlu menjadi bahan perdebatan sebenarnya, kalau semua blogger menyadari bahwa itu adalah dua pendekatan yang berbeda dalam menjaring pembacake blog. Yang manapun sama-sama mungkin mendatangkan apa yang diinginkan, pembaca yang berlimpah.

Ibarat pencari ikan, masing-masing sebenarnya punya teknik dan trik sendiri-sendiri agar hasil tangkapannya melimpah.

1) Ada pencari ikan yang lebih suka menggunakan pancing dan kemudian meramu umpannya agar sang ikan mau mencaplok. Biasanya mereka akan mempersiapkan segala sesuatunya sesuai dengan ikan yang ingin didapatkan, entah gabus, tuna, mujaer atau gurame. 

Yang ini mirip dengan para penggemar SEO  dan internet marketer yang akan berusaha menemukan berbagai trik supaya pembaca datang ke blog.

2) Ada pencari ikan yang malas memikirkan campuran apa untuk dibuat umpan, mereka pilih cara membeli jala dan kemudian menebarkannya di tempat yang sekiranya banyak ikannya. Yang seperti ini cenderung tdaik peduli jenis ikan yang didapatkan, yang penting ikan.

Pola kerja pencari ikan seperti ini mirip dengan mereka yang gemar menulis dan tidak peduli pada SEO, backlink dan berbagai trik lainnya. Buat blogger jenis ini, yang penting menulis dan menulis.

3) Pencari ikan yang lebih pandai, ia menyewa perahu kemudian membeli peralatan sonar untuk menemukan lokasi dimana ada kelompok ikan yang banyak. Kemudian, ia dengan jala yang tersedia akan pergi ke tempat yang diperkirakan banyak ikannya dan mulailah ia menebar jala disana.

Tidak beda dengan blogger yang paham SEO dan kemudian memutuskan memperbanyak artikel sekuatnya. Dengan begitu peluangnya menjadi lebih besar dalam mendatangkan pengunjung ke blognya.

4) Pencari ikan bermodal kuat, ia membeli kapal, menyiapkan peralatan sonar modern untuk menentukan lokasi yang banyak ikannya, mempekerjakan pelaut yang akan bekerja untuknya, dan berbagai peralatan lain untuk mendulang ikan dari laut.

Yang seperti ini tidak beda dengan blogger bermodal besar. Ia bisa mempekerjakan penulis untuk memperbanyak artikel di dalam blognya. Kemudian, ia menggunakan jasa ahli SEO untuk membantu blognya dari segi mesin pencari. Tidak lupa juga ia melakukan promosi kesana kesini agar nama dan brandingnya lebih dikenal.

Intinya, masing-masing punya cara dan pendekatan dengan tujuan meraih kesuksesan yang diinginkan. Yang mana yang lebih baik diantara keempatnya, tidak ada yang bisa menjawab dengan pasti. Masing-masing cara punya kekuatan dan kelebihan masing-masing dan butuh penanganan yang berbeda.

Semuanya memiliki peluang yang sama untuk SUKSES dan juga punya rasio peluang yang SAMA untuk GAGAL.

Tidak ada yang pasti.

Jadi, kenapa harus diperdebatkan panjang lebar. Yang terpenting, buktikan saja cara yang dipilih memang benar-benar bisa menghasilkan apa yang diinginkan.

Iya nggak?

Memutuskan Untuk Meninggalkan Forum IAPD (Indonesia Adsense Publisher Discussion)

Memutuskan Untuk Meninggalka Forum IAPD (Indonesia Adsense Publisher Discussion)

RESMI sudah. Hari ini, saya memutuskan untuk tidak lagi bergabung dengan komunitas blogger yang manapun. Di Facebook atau di G+. Sudah tidak ada satupun yang saya ikuti.

Komunitas blogger dunia maya terakhir, IAPD, Indonesian Adsense Publisher Discussion, mulai hari ini sudah saya tinggalkan. Padahal, sudah cukup lama juga saya menjadi anggota forum besutan sang Juragan Cipir, Indri Lidiawati.

Alasannya? Tidak ada alasan spesial. Cuma rasa jenuh saja melihat sebuah forum yang isinya tidak berkembang sama sekali. Isinya hanya sekedar pertanyaan yang sebenarnya bisa dicari jawabannya sendiri lewat Google, Yahoo atau mesin pencari lainnya.

Bosan juga melihat bahwa tidak ada diskusi yang berkembang. Tidak kalah bosannya melihat semakin banyak member yang lebih menjadikan komunitas itu sebagai pasar bagi tulisannya, baik dengan menyebar link atau yang lainnya.

Berkunjung kesana seperti membuang waktu saja.

Jadi, yah saya putuskan, daripada lebih banyak waktu terbuang di masa depan, ya saya keluar saja. Lebih baik waktunya dipakai untuk menulis lebih banyak dan lebih banyak lagi.

Entahlah di masa datang. Walau tidak yakin bahwa saya mau kembali bergabung dalam komunitas blogger, tetapi siapa tahu ada yang benar-benar berbeda. Tetapi, untuk sementara ini, saya putuskan tidak bergabung dengan komunitas blogger apapun.

Setidaknya, saya bisa menghemat waktu.


Kembali Menulis Dan Melanjutkan Hidup

Kembali Menulis Dan Melanjutkan Hidup

Awal tahun yang LUAR BIASA! Benar-benar luar biasa.. BERAT.

Tidak menyangka bahwa tahun 2018 harus dimulai dengan begitu banyak peristiwa yang benar-benar meruntuhkan semangat untuk beraktifitas dengan normal. Tetapi, itulah kehidupan yang selalu penuh dengan banyak hal tak terduga.

Berpulangnya ibunda tercinta sempat membuat kehidupan seperti terhenti beberapa waktu. Ditambah dengan tangan yang harus dioperasi akibat infeksi yang memburuk karena cakaran kucing.

Semuanya membuat saya harus menghentikan sebuah kegiatan yang sangat saya sukai, menulis. Terhenti setidaknya selama kurang lebih dua minggu.

Perasaan kehilangan sempat membuat susah menggerakkan jari-jari di tuts notebook, bahkan untuk sekedar menjawab komentar dari kawan-kawan. Boro-boro terpikir untuk membuat artikel baru. Ditambah rasa sakit bekas operasi yang menyulitkan tangan bergerak.

Hasilnya, sama sekali tidak ada tulisan baru yang keluar.

Kehidupan seperti "berhenti".

Tetapi, hari ini, kehidupan itu mulai kembali bergerak.

Roda aktifitas mulai kembali bergerak.

Memang tidak sama dan tidak akan pernah sama lagi, tetapi roda kehidupan saya sebagai manusia kembali bergerak dan beranjak dari tempatnya berhenti. Masih terasa berat, tetapi roda itu mulai berputar kembali.

Tulisan ini adalah salah satu bentuk dari roda kehidupan yang mulai beroperasi kembali.

Tidak banyak, tetapi menandakan bahwa roda itu sudah kembali berfungsi untuk menelusuri jalur kehidupan yang sudah ditetapkan oleh YANG MAHA KUASA.





Apakah Template Bisa Menyebabkan Artikel Tidak Terindeks ? (Google Webmaster Tool)

Apakah Template Bisa Menyebabkan Artikel Tidak Terindex ?
Bukan memastikan. Bukan juga menuduh. Bukan berniat menjatuhkan. Hanya sekedar sharing saja karena setelah beberapa bulan, masalah yang bikin kepala pening ini menunjukkan titik terang.

Peta situs di atas berasal dari blog Umum Sekali, blog ngaco bin ancur-ancuran yang menjadi salah satu target operasi penambahan jumlah artikel. Peta situs itu menjengkelkan karena sejak 2-3 bulan terakhir, jumlah artikel yang terindeks di Google Webmaster Tool tidak bertambah-tambah, bahkan berkurang terus.

Tadinya ada di atas 200-an artikel yang terindeks, tetapi kemudian perlahan tapi pasti menurun sampai hanya 54 saja.

Mumet.

Masalahnya ada notifikasi "dicekal oleh bots" di GWT. Padahal, karena memakai blogspot, blogger, saya tidak pernah mengutak-atik yang namanya robots.txt. Tetapi, setelah lebih dari setahun tidak bermasalah, tiba-tiba saja artikel yang terindeks jumlahnya menukik parah.

Bahkan, walau update artikel diperbanyak, hasilnya tidak membaik dan terus memburuk.

Setelah coba baca sana baca sini, belajar sana belajar sini dari para master atau yang mengaku master, saya menyerah. Tidak ada yang berhasil menaikkan kembali jumlah artikel yang terindeks di GWT.

Pasrah.

EGP dah.

Cuma, setelah mengingat kembali history atau sejarah itu blog, sempat  saya mengganti templatenya dengan salah satu buatan Mbak Arlina (premium version). Waktunya, tidak berbeda jauh dari mulai terjadinya penurunan massal artikel tak terindeks.

Jadi, saya cobalah ganti template itu dengan template lainnya yang juga buatan Mbak Arlina. Yang sekarang memakai Simplify 2.

Hasilnya, ternyata setelah beberapa hari, angka artikel terindeks beranjak naik. Begitu juga dengan url yang terkirim, terlihat bergerak normal dari posisi terakhir. Tidak ada lagi penurunan, yang ada kenaikan.

Karena saya bukan ahli koding, juga tidak mau ruwet mikirin penyebabnya kenapa, juga tidak ingin belagak pintar (apalagi dalam hal template), saya cukup merasa gembira. Tetapi, "dugaan" saya adalah bahwa template sebelumnya yang saya pakai itu "ngeblock"  si robots dan hasilnya menyebabkan artikel-artikel tidak terindeks secara normal.

Hanya dugaan saja. Bukan kepastian. Saya tidak bisa memastikan.

Jadi, sekedar saran saja kalau ada yang mengalami masalah serupa, mungkin bisa dicoba untuk mengganti templatenya dulu, lalu biarkan beberapa hari untuk melihat apakah masalah berlanjut. Kalau ternyata dengan ganti template bisa selesai, kan lebih enak.

Seperti saya, yang sekarang sudah lebih lega sedikit karena blog ampun-ampunan itu sudah normal kembali hidupnya.